Membangun Karakter Kepemimpinan pada Anak

Membangun Karakter Kepemimpinan pada Anak

Membangun Karakter Kepemimpinan pada Anak sejak dini itu sangat penting karena semua anak adalah calon pemimpin untuk dirinya sendiri dan keluarganya kelak. Dan untuk lingkungan sekitarnya.
Oleh A. Fatih Syuhud

Rasulullah dalam sebuah hadits sahih bersabda, “Setiap dari kalian adalah penggembala. Dan setiap penggembala bertanggung jawab atas gembalaannya.” Penggembala adalah metafor dari pemimpin.

Jadi, setiap individu muslim diwajibkan untuk memiliki kualitas kepemimpinan. Kalau toh ia tidak menjadi pemimpin besar, minimal ia dapat menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

Stimulasi intelektual

Kualitas kepemimpinan tentu saja tidak datang begitu saja. Ia harus dibangun melalui proses yang panjang Penanaman karakter kepemimpinan idealnya dilakukan sejak dini. Yakni sejak masa anak-anak. Dan di sinilah peran orang tua sangat vital.

Salah satu yang terpenting yang harus dimiliki seorang calon pemimpin adalah kualitas intelektual. Ia harus cerdas dan pintar. Kalau tidak lebih cerdas, minimal lebih pintar dari yang dipimpin.

Untuk menuju ke arah ini, anak memerlukan stimulasi intelektual sejak balita, yang akan mempertajam sel-sel otaknya dan memberikan tradisi intelektual yang baik dalam diri anak seperti keingintahuan besar (curiosity) , dan lain-lain.

Di samping itu, kualitas karakter juga harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang dapat ditumbuhkembangkan sejak dini di samping kualitas intelektual di atas.

Karakter pemimpin

Berikut beberapa karakter penting yang harus dipupuk dan disemai sehingga menjadi bagian inheren dari keperibadian anak:

Peduli

Peduli: karakter kepemimpinan dimulai dari rasa peduli pada orang atau hal lain di luar dirinya. Misalnya, peduli pada orang miskin dan kemiskinan. Pada banyaknya pengangguran. Pada anak-anak muda yang putus sekolah, dan lain-lain.

Inisiatif

Inisiatif: kepedulian membangkitkan inisiatif untuk memperbaiki situasi yang dianggapnya dapat diperbaiki. Inilah esensi kepemimpinan, yakni keinginan dan kemauan untuk memimpin atau berada di depan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Akhlak mulia dan budi pekerti luhur

Berakhlak: taat pada syariah Islam dan tunduk pada etika sosial yang disepakati bersama menjadi keharusan untuk mendapat respek dari lingkungan yang dipimpin.

Integritas

Integritas dan karakter: Anak selalu melihat dan meniru orang tua mereka. Oleh karena itu hanya orang tua yang dapat memberi contoh hidup pada anak-anak mereka tentang karakter yang baik, kejujuran dan integritas.

Percaya diri dan self-esteem

Percaya diri: siapapun harus percaya diri apabila ingin mencapai sesuatu dalam hidup. Selain itu, tanpa percaya diri, kita tidak akan dapat menyampaikan apapun pada orang lain.

Nyali dan keberanian

Nyali: kita butuh nyali dan keberanian untuk mencapai target dan tujuan. Orang tua harus mengajarkan anak bahwa begitu dia memutuskan untuk melakukan sesuatu, ia harus berani untuk mencapainya apapun yang terjadi.

Rasa tanggung jawab

Rasa tanggung jawab: Apabila orang tua melakukan kesalahan, dia harus mengakui kesalahan itu. Jelaskan soal ini pada anak sejak awal. Orang tua boleh mensyukuri saat mencapai tujuan yang dicapai dengan tanpa berbangga yang berlebihan.[]

Miliki segara buku ini: Menuju Kebangkitan Islam dengan Pendidikan

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.