Rumah Tangga Agamis (2): Berilmu Agama

Rumah Tangga Agamis (2): Berilmu Agama
Oleh: A. Fatih Syuhud

Taat pada syariah dalam arti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larang-Nya adalah wajib. Orang yang menjalankannya disebut sebagai orang yang soleh (QS Ali Imron 3:114) yang akan mendapatkan pahala surga kelak di akhirat (QS Al-Baqarah 2:25). Namun kualitas kesalihan seseorang itu dapat berbeda-beda; ada yang tinggi dan ada yang rendah. Salah satu penyebab perbedaan kualitas kesalihan itu adalah tingkat keilmuan. Karena, level keilmuan seseorang dapat memengaruhi kualitas keimanan. Allah berfirman dalam QS Al-Mujadalah 58:11 “… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Yang dimaksud dengan ketinggian derajat adalah derajat pahala dan keridhoan Allah di akhirat dan kemuliaan (karomah) di dunia. Orang berilmu memang dipuji oleh Allah sebagaimana dapat dilihat dalam QS Az-Zumar 39:9 dan QS Fathir 35:28. Lalu, ilmu apa yang dimaksud ayat tersebut dapat meningkatan derajat seseorang?

Fakhruddin Ar-Razi dalam At-Tafsir Al-Kabir menyatakan bahwa yang dimaksud adalah ilmu agama. Karena, (a) ilmu orang alim dapat mendorong ketaatan pada level yang tidak dapat dicapai oleh orang muslim yang awam; (b) ketaatan orang alim menjadi panutan sedang orang muslim biasa tidak; (c) karena dengan kealimannya itu orang alim dapat menjaga diri dari perbuatan haram dan syubhat sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh yang lain. Pandangan bahwa ilmu agama dapat mengangkat derajat seseorang di dunia dan akhirat disepakati oleh ahli tafsir lain seperti Muhammad bin Ahmad Al-Anshari dalam Tafsir Al-Qurtubi (17/267), Al-Husain bin Mas’ud dalam Tafsir Al-Baghawi (8/11), Muhammad bin Jarir dalam Tafsir At-Tabari (23/11), Ismail bin Umar Al-Qurasyi dalam Tafsir Ibnu Katsir (8/11).

Sebagaimana diketahui bahwa tingkat kemampuan ilmu agama seseorang ada dua macam. Yaitu, ilmu agama dasar yang wajib diketahui oleh semua muslim yang terkait dengan kewajiban keagamaan seperti ilmu tentang najis, cara wudhu, shalat, puasa, zakat, dan haji (bagi yang kaya) dengan penguasaan minimal. Sedang ilmu yang kedua adalah segala macam ilmu agama seperti Al-Quran, hadits, fiqih, dan lain-lain dengan penguasaan yang mendalam. Bagi seorang muslim yang sangat awam dalam ilmu agama karena tidak terdidik agama saat kecil atau mengambil disiplin ilmu umum saat dewasa, maka wajib baginya untuk minimal memahami ilmu agama dasar.

Menurut Imam Ghazali dalam Bidayatul Hidayah, walaupun kemampuan ilmu agama yang mendalam dapat meninggikan derajat di dunia dan akhirat, namun orang yang berilmu tidak otomatis akan mendapat karomah atau kemuliaan sejati kecuali apabila diawali dengan niat yang benar yaitu untuk mendapatkan hidayah Allah. Apabila demikian, maka malaikat akan membentangkan sayapnya untuk melindungi orang tersebut setiap dia melangkah dan makhluk laut pun akan memohonkan ampun saat dia berlayar.

Imam Ghazali membagi seorang pencari ilmu agama ke dalam tiga kategori, pertama, orang yang mencari ilmu semata-mata untuk bekal akhirat dan tidak ada niat selain itu. Ini kelompok yang beruntung (al faizin).

Kedua, orang yang mencari ilmu untuk tujuan duniawi; untuk dapat memperbaiki taraf hidup ekonomi dan menduduki jabatan yang pantas di pemerintahan (sebagai pegawai negari sipil / PNS) atau di perusahaan swasta. Ini golongan orang yang mengkhawatirkan (al-mukhatirin). Kalau dia mati sebelum bertaubat, dikhawatirkan akan mati su’ul khatimah.

Ketiga, orang yang terperdaya setan yaitu pencari ilmu yang hanya bertujuan untuk menumpuk harta, hidup mewah dan menyombongkan jabatannya. Ini termasuk kelompok yang rusak (al-halikin).

Ketiga poin yang diulas Imam Ghazali di atas mengingatkan kita betapa pentingnya niat yang benar yakni niat yang berorientasi akhirat. Apapun pencapaian keilmuan yang ingin kita raih.[]

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.