Wanita Percaya Diri

Percaya Diri Wanita Muslimah

Wanita muslimah yang taat semestinya adalah perempuan yang percaya diri karena dia tidak punya masa lalu kelam yang perlu disembunyikan. 

Self-Esteem Wanita Muslimah
Oleh A. Fatih Syuhud

Minder, semua orang tahu maknanya, adalah sikap yang manusiawi. Semua orang memiliki sikap dan perasaan ini dengan level yang berbeda. Minder adalah manusiawi, akan tetapi menjadi tidak manusiawi lagi ketika kita tidak berusaha untuk menghilangkan sikap dan perasaan minder ini tahap demi tahap.

Sikap dan rasa minder timbul pada hal dan bidang tertentu yang kita merasa tidak mampu atau merasa lemah dari ukuran standar umum atau ideal.

Ada dua macam bentuk minder: fisik dan non-fisik. Minder fisik berkaitan dengan kekurangan yang bersifat fisik. Sedang minder non-fisik berkaitan dengan sikap mental dan pola pikir kita dalam menilai diri sendiri, dalam menilai kemampuan diri. Pada sosok pribadi yang memiliki sifat minder non-fisik yang ekstrim, biasanya dia akan merasa tidak memiliki kemampuan sama sekali, merasa orang lain jauh lebih mampu darinya. Tipe semacam ini tidak akan bisa bersikap independen. Ia juga akan sangat bergantung pada orang lain di sekitarnya. Ketergantungan pada orang lain itu akan semakin mengecil bersamaan dengan semakin kecilnya keminderan kita serta meningkatnya kepercayaan pada kemampuan diri sendiri.

Minder adalah tipikal orang yang bermental lemah. Mental yang lemah akan merasa selalu tidak aman. Selalu gelisah dan kuatir. Karena kerja otak sudah dipenuhi dengan rasa kuatir, takut dan gelisah tanpa sebab atau disebabkan oleh hal-hal kecil, maka kerja otakpun menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi untuk memikirkan hal-hal besar yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.

Oleh karena itu, minder harus sebisa mungkin dihindari dan dicari jalan keluarnya dalam rangka mengubah pribadi kita menuju kepribadian yang self-esteem (baca: self estim). Suatu tipe kepribadian yang dimiliki Rasulullah dan para pemimpin besar lainnya (QS Yunus 10:62).[1]

Self Esteem

Dapatkah seorang muslimah yang berkepribadian minder (inferiority complex) yang parah dapat menjadi profil yang penuh self esteem? Tentu bisa.

Pertama, seseorang tidak dapat disebut sebagai muslim dan muslimah yang baik kalau tidak memiliki kepercayaan diri tinggi. Sebab Islam memerintahkan kita untuk hanya bergantung kepada Allah, tidak kepada sesama makhluk (QS Annisa’ 4:36)[2]. Perintah ini kalau kita amalkan dengan sepenuh hati membuat seorang muslimah tidak akan lagi memiliki rasa takut dan rasa kecil hati kepada sesama manusia.

Kedua, Islam juga memerintahkan kita untuk selalu bekerja keras (QS Al Anfal 8:60;[3] Al Jum’ah 62:10;[4] Al Haj 22:78)[5] dalam mereformasi diri dan berevolusi ke arah yang lebih baik di berbagai bidang kehidupan (QS Ar Ra’d 13:11).[6]

Namun demikian, Islam juga mengakui perlunya proses dan tahapan-tahapan dalam mencapai suatu tujuan. Dalam realitas, tidak ada hasil tanpa melalui perjuangan dan proses panjang yang berliku (Al Balad 90:10-13).[7] Termasuk di antara proses itu adalah dengan banyak membaca terutama profil tokoh-tokoh besar khususnya sejarah Nabi (QS Al Ahzab 33:21);[8] dan “mengaji” realitas keseharian orang-orang di sekeliling kita untuk dipetik hikmahnya (QS Ali Imron 3:137).[9]

Suatu tujuan baik akan tercapai mungkin dalam waktu singkat, mungkin lama, tapi selagi kita terus mencoba dan berusaha Allah akan memberi jalan menuju sukses yang diridhai (Al Ankabut 29:65).[10]

CATATAN AKHIR

[1] Ingatlah,sesungguhnya wali-wali Allah itu,,tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

[2] Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

[3] Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak dianiaya (dirugikan).

[4] Apabila ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

[5] Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya . Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untukmu dalam agama suatu kesempitan (ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini supaya Rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan berperanglah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

[6] Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka bumi dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Allah.

[7] Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya, tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar itu? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan.

[8] Sesunggihnya telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

[9] Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah, Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

[10] Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.