Penghargaan dan Sanksi bagi Anak

Penghargaan dan Sanksi atau rewards and punishment bagi Anak sangatlah penting dan strategis. Konsistensi orang tua dalam melakukan ini sejak dini dalam kehidupan keseharian akan menjadi kunci berhasil atau gagalnya orang tua dalam mendidik anak.
Oleh: A. Fatih Syuhud

Reward and punishment (penghargaan dan sanksi) adalah salah satu metode pendidikan penting dalam memperkenalkan nilai baik dan buruk sejak dini pada anak. Karena tanpa itu anak tidak akan pernah tahu yang mana perilaku yang perlu terus dipupuk dan mana yang harus dihindari. Dalam Islam juga dikenal konsep pahala dan dosa, sorga dan neraka. Yang pada intinya bertujuan sama yakni untuk menjadikan seorang muslim termotivasi untuk berbuat kebajikan dan menjauhi perilaku tercela

Reward atau apresiasi itu penting karena anak cenderung meneruskan suatu perilaku tertentu apabila perilaku itu mendapat penghargaan dan berhenti melakukannya apabila tidak dipedulikan. Oleh karena itu reaksi orang tua yang konsisten terhadap suatu perilaku anak sangatlah penting karena memuji dan mencela perilaku yang sama pada waktu berbeda akan membingungkan anak. Punishment juga tak kalah pentingnya. Tanpa ini, anak akan terbiasa dengan perilaku yang salah dan menganggapnya sebagai suatu kebenaran.

Penghargaan

Ada berbagai macam bentuk penghargaan. Mulai dari pujian secara lisan, sampai dengan memperlakukan anak dengan manis. Hal yang perlu diingat adalah bahwa penghargaan terhadap anak haruslah baik dan tepat serta mengena pada tujuan. Yakni, agar supaya (a) anak tahu bahwa perilakunya itu positif; dan (b) agar ia semakin termotivasi untuk melakukan hal yang sama di kemudian hari. Perlu hati-hati apabila penghargaan yang diberikan itu berupa hadiah. Jangan sampai hadiah tersebut terlalu berlebihan sehingga tujuan dari apresiasi itu sendiri tidak tercapai.

Pada dasarnya, penghargaan dapat berupa hal yang sangat sederhana namun anak mengerti perilaku apa yang telah mendapat penghargaan itu. Sebagai contoh, orang tua dapat mengatakan, “Hasan, terima kasih ya sudah berbagi mainan dengan adikmu. Kamu anak yang baik dan peduli.”

Sanksi

Memberikan sanksi tidaklah semudah memberikan penghargaan. Karena sanksi bertujuan agar anak menghentikan dan merubah kelakuannya yang buruk tersebut. Setidaknya ada empat langkah agar sanksi membuahkan hasil sesuai yang diharapkan:

Pertama, jalankan sanksi secara langsung. Jangan ditunda-tunda. Sebagaimana penghargaan, sanksi harus segera dilakukan begitu terjadi pelanggaran. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku buruk dapat berhenti apabila sanksi diberlakukan dengan segera.

Kedua, konsisten. Perilaku buruk anak harus diberi sanksi secara konsisten, bukan hanya sesekali.

Ketiga, penjelasan. Adalah penting memberi penjelasan pada anak Anda mengapa dia mendapat hukuman. Tanamkan pengertian bahwa di masa datang dia tidak akan mendapat sanksi lagi asal dia tidak mengulangi perbuatannya.

Keempat, responsif. Sanksi akan lebih berhasil merubah karakter anak apabila terjalin hubungan akrab antara Anda dan anak Anda.

Sanksi dan penghargaan (reward and punishment) dapat dilakukan secara lisan (berupa pujian atau peringatan) saat anak berusia di bawah dua tahun. Setelah itu, apresiasi dan hukuman dapat berupa berbagai macam bentuk yang lebih kreatif. Yang terpenting, sanksi jangan sampai menyakiti fisik anak. Begitu pula, penghargaan tidaklah perlu berlebihan. Semuanya harus patut dan sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri.[]

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.