Pendidikan Islam Anak Usia 7 Tahun

Cara Pendidikan Anak Usia 7 Tahun, 8 tahun dan 9 tahun secara Islam semakin penting karena pengaruh pergaulan eksternal semakin kuat. Penegakan disiplin keseharian semakin dibutuhkan untuk dilakukan dengan sabar oleh orang tua, baik disiplin terkait aktifitas umum maupun aktifitas agama. Pada usia ini anak sebaiknya sudah mulai bisa membaca Al-Quran dan shalat fardhu 5 waktu.
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin SISWA MTS & MA
Pondok Pesantren Alkhoirot, Karangsuko Malang

Daftar Isi

  1. Pendidikan Islam Anak Usia 7 Tahun
  2. Pendidikan Islam Anak Usia 8 Tahun
  3. Pendidikan Islam Anak Usia 9 Tahun


Pendidikan Islam Anak Usia 7 Tahun

Imam Al Ghazali dalam bukunya Ayyuhal Awlad mengatakan anak adalah amanah Allah bagi orang tuanya. Seorang anak hendaknya ditanamkan pendidikan Islam sejak masa-masa awal kehidupannya dan diajarkan makna agama yang lebih luas secara gradual. Bagaimana mendidik anak usia 7 tahun?

Dari segi emosi sosial, usia tujuh tahun bagi seorang anak adalah ibarat sebuah permulaan menuju karakter yang baik seperti ramah, simpatik, hangat dan mudah bekerja sama. Ia juga memiliki sikap empati atau tidak egois pada yang lain. Itu disebabkan karena ia memiliki kontrol diri dan stabilitas yang lebih kuat dibanding sebelumnya.

Sikap yang buruk pada tahun lalu seperti berbohong, menipu dan mencuri berkurang secara drastis. Namun, kalau perilaku buruk ini tetap terjadi, orang tua harus mengambil langkah tegas agar anak mengerti bahwa ia salah. Baik salah menurut etika sosial, maupun dari sudut pandang agama Islam. Konsekuensi dari berbohong, menipu dan mencuri dapat berupa nasihat, dihapusnya fasilitas (untuk sementara), dan mengembalikan barang yang dicuri. Dengan demikian, hukuman harus berbeda sesuai level kesalahan. Dan pastikan orang tua konsisten dengan itu.

Jangan lupa, hukuman disiplin hendaknya disertai dengan diskusi tentang bagaimana supaya anak dapat berperilaku lebih baik di lain waktu. Ini penting, karena pada usia ini anak sudah dapat mencerna alasan dan logika yang benar asal disampaikan dengan cara yang sederhana.

Dalam segi kepercayaan diri (self-esteem), anak usia 7 tahun cukup labil. Oleh karena itu, sering-seringlah memberi motivasi dan masukan positif. Termasuk membantunya menghentikan kecenderungan menyalahkan diri sendiri (self-critical) dengan penekanan bahwa yang terpenting adalah apa yang sudah dipelajari, bukan hasil akhir. Sekali-kali, anak hendaknya mendapat kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri.

Dengan kemampuannya untuk mencerna suatu instruksi secara rasional, maka orang tua dianjurkan untuk memulai aktifitas yang dapat menstimulasi nalar berfikirnya. Misalnya, mengajak berdiskusi tentang nilai benar dan salah, baik dan buruk. Juga perbedaan antara kebenaran menurut etika sosial dan secara agama. Misalnya, nilai benar dan salah dalam etika sosial adalah berdasarkan kesepakatan manusia. Sedang nilai benar dan salah secara Islam adalah berdasar wahyu Al Quran dan Sabda atau Hadits Nabi.

Menstimulasi daya nalarnya juga dapat dilakukan dengan cara memberi pertanyaan yang mengundang anak untuk berfikir, memberi teka-teki dan bermain game yang membutuhkan pikiran. Kesabaran juga diperlukan orang tua atas sikap anak yang agak labil dan suka emosi.

Kewajiban Agama

Rukun Islam yang lima sudah perlu diperkenalkan secara lebih rinci dibanding sebelumnya. Terutama terkait kewajiban melaksanakan shalat lima waktu. Walaupun secara syari’ah, anak usia 7 tahun belum wajib melaksanakan salat, akan tetapi, pembiasaan sudah harus dimulai dari usia ini. sebagaimana tersurat dari sabda Nabi: “Perintahkanlah anak-anakmu sekalian shalat saat usia mereka tujuh tahun.” (Hadits Riwayat Abu Daud).

Taat dan hormat pada kedua orang tua (QS Luqman 31:14) merupakan salah satu nilai agama yang hendaknya menjadi etika prioritas kedua—setelah taat pada Allah– untuk ditanamkan pada anak sejak dini. Karena ia memainkan peran penting atas sukses tidaknya orang tua mendidik anak. Nilai sebaik apapun yang diajarkan akan percuma jika anak tidak mentaati orang yang mendidiknya.

Pada waktu yang sama orang tua hendaknya menjadi contoh hidup atau tauladan (uswah hasanah) dari segala ucapan, nasihat dan segala hal baik yang diajarkan pada anaknya (QS Al Ahzab 33:21). Karena tidak ada ajaran perilaku yang paling efektif dan efisien kecuali apabila apa yang dikatakan pendidik sama dengan apa yang dilakukannya. Orang tua jangan pernah mengajarkan suatu kebaikan, kalau tidak dapat memberi contoh dengan tindakan nyata.[]


Pendidikan Islam bagi Anak Usia 8 Tahun
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin El Ukhuwah
Pondok Pesantren Al Khoirot Putri
Malang, Jawa Timur

Pendidikan Islam Anak Usia 7 Tahun

Secara sosial dan emosional, anak usia 8 tahun memiliki perilaku khas yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Ada yang negatif seperti tidak sabaran, mood mudah berubah, sangat sensitif dan dramatis, mudah terpengaruh tekanan teman, kasar, egois, terobsesi uang, dan lain-lain. Ada pula yang positif seperti ringan tangan, ceria, menyenangkan, mudah berteman, dan lain-lain. Pada usia ini, anak juga sangat membutuhkan kasih sayang dan pengertian, terutama dari ibu. Ia juga memiliki kebutuhan kuat untuk memiliki.

Untuk itu, diperlukan sikap hati-hati dan bijak dalam mendidik dan mengasuhnya. Berikut beberapa tips sebagai pegangan:

Pertama, berusahalah akrab secara proporsional dengan anak Anda. Ajaklah bicara tentang teman-temannya. Dengarkan dan diskusikan kekuatirannya seputar teman dan performanya di sekolah.

Kedua, ajarkan nilai akhlak (syariah Islam) tentang apa yang wajib dan dilarang (haram) menurut Islam. Termasuk wajibnya melaksanakan shalat lima waktu (QS Thaha 20:132), haramnya berzina dan mencuri (QS Al Mumtahanah 60:12), haramnya judi dan minuman keras (QS Al Maidah 5: 91) dan lain-lain.

Ketiga, kembangkan wawasan etika sosial tentang hal yang baik dan buruk. Seperti perlunya bersikap jujur, kerja keras, sopan, hormat pada orang tua, dan lain-lain.

Keempat, keinginan anak untuk memiliki uang banyak dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan dia tentang perlunya menabung untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kelima, anak usia ini membutuhkan privasi dan kerahasiaan. Karena itu, beri mereka lemari khusus atau kotak yang terkunci.

Disiplin

Orang tua dari anak usia 8 tahun harus memiliki strategi pendisiplinan anak yang banyak. Karena mendisiplinkan anak dengan cara otoriter akan berdampak negatif berupa perilaku agresif dan permusuhan.

Orang tua harus belajar dan melatih diri bagaimana memberlakukan disiplin yang berwibawa dan otoritatif yang memberikan ekspektasi dan konsekuensi tegas dan konsisten serta mengajarkan mengapa perilaku anak berakibat pada konsekuensi baik atau buruk.

Anak usia 8 tahun mulai menyadari motivasi dan perilaku orang lain dan membuat penilaian tentang hubungan dirinya dengan mereka. Kesadaran ini adalah permulaan dari pengembangan nilai moral dan etika. Dia mulai memahami bagaimana dan mengapa perilakunya dapat berdampak pada orang lain. Di sinilah perlunya lingkungan yang baik bagi anak. Dan adalah tugas orang tua untuk memastikan bahwa anaknya berada di lingkungan yang ideal. Baik selama di sekolah, di luar rumah, dan selama di rumah.[]


Pendidikan Islam Anak Usia 9 Tahun
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Santri
Pondok Pesantren Alkhoirot

Usia 9 tahun adalah usia di mana secara intelektual anak dapat menghafal dan membaca pelajaran secara lebih mudah dibanding berfikir atau memahami. Oleh karena itu segala sesuatu yang bersifat hafalan, sebaiknya dimulai dari usia ini. Seperti, menghafal doa-doa, menghafal surat-surat pendek dari Al Quran. Termasuk juga menghafal kosa-kata bahasa.

Di India, kalangan huffadz (jamak dari hafidz atau orang yang hafal seluruh teks Al Quran) memulai menghafal Al Quran umumnya pada usia ini. Imam Syafi’i, ulama ahli fiqh pendiri madzhab Syafi’i, hafal Al Quran pada usia 10 tahun.

Anak usia 9 tahun juga sedang mulai membangun mindset nafsu muthma’innah (QS Al Fajr 89:27-30) atau pola pikir hati nurani tentang nilai yang benar dan salah walaupun belum dilakukan secara konsisten. Untuk itu dibutuhkan bantuan orang dewasa, orang tua terutama, untuk mempertegas wawasan nilai-nilai. Baik nilai-nilai Islami maupun etika sosial universal. Ia menyadari ketika ia berbuat salah, dan saat gagal melakukan hal yang baik. Ia akan mengaku pada orangtuanya atas kesalahan yang dilakukannya, karena nuraninya akan terganggu sampai ia membuat pengakuan.

Kejujuran, keadilan dan kebenaran adalah nilai-nilai yang sangat penting bagi anak usia 9 tahun. Ia mengharapkan norma-norma itu dimiliki dirinya dan orang lain. Di sinilah fungsi orang tua untuk mengimbangi sikap anak dalam bersikap jujur, adil dan benar. Orang tua juga harus berusaha mencarikan pasangan bergaul dan bersosial yang baik bagi anak.

Keinginan khusus untuk membangun pola pikir hati nurani ini adalah akibat dari perubahan penting dalam kesadaran anak yang menandai akhir dari periode dini masa anak-anak (early childhood) menuju fase perkembangan baru. Rudolf Steiner dalam bukunya Soul Economy and Waldorf Education (New York:1986) menulis bahwa, “Pada usia sembilan tahun anak betul-betul mengalami transformasi diri, yang terlihat dari adanya perubahan signifikan pada jiwa dan fisiknya.”

Disiplin

Walaupun secara umum ia mudah diatur dan berkesan penurut, namun sebagai anak yang masih belum stabil dan perlu bimibingan, ia terkadang juga berbuat salah. Memberikan sangsi atau disiplin adalah suatu keharusan.

Untungnya, anak usia 9 tahun cukup mudah menerima hukuman karena ia ingin jadi anak baik asalkan sangsi itu dianggap cukup adil dan sesuai dengan peraturan yang sudah dicanangkan sebelumnya dan konsisten dilakukan oleh orang tua.
Walaupun ia tidak selalu konsisten dalam melakukan tugas-tugas rutin, namun ia akan menurut ketika diminta melakukan tugasnya dan berhenti dari aktifitas lain yang sedang dikerjakannya.

Hukuman dapat berupa isolasi (dikurung dalam kamar selama sekian menit), dihapus hak istimewa (seperti di larang nonton TV selama sehari) , peringatan, dan lain-lain. Ia akan menerima hukuman dengan lapang dada asal tidak dipermalukan, dibentak atau dikritik terlalu tajam.[]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.