Kerja Keras dan Hidup Sederhana Kunci Hidup Bahagia

Kerja Keras dan Hidup Sederhana Kunci Hidup Bahagia
Oleh A. Fatih Syuhud

Salah satu penyebab ketidakbahagiaan dalam sebuah keluarga adalah karena adanya keinginan untuk hidup mewah. Pola pikir hidup mewah tidak harus dimiliki oleh orang kaya. Orang miskin pun tidak sedikit yang menganut cara berfikir mewah itu. Bedanya, kalau orang kaya dapat melaksanakan keinginannya, sedang orang miskin hanya terbatas pada angan-angan belaka. Namun akibatnya sama: mereka sama-sama menjadi makhluk yang tidak akan pernah bisa bersyukur. Karena pola pikir mewah tidak mengenal batas akhir dan tidak akan pernah terpuaskan. Yang ada adalah keluh kesah karena perasaan kurang yang terus menghinggapi hati. Oleh karena itu, hal pertama untuk mencapai hidup yang bahagia dan selalu mensyukuri yang ada adalah dengan mengamalkan pola pikir dan pola hidup sederhana.

Mengamalkan pola pikir dan pola hidup sederhana bukan berarti menolak menjadi kaya. Karena, memiliki harta yang berlimpah itu tidak dilarang dalam Islam bahkan Allah memuji orang yang bekerja keras dan kaya asal membayar zakat dan sedekah dan terkadang mengingatkan orang miskin yang malas. Yang dilarang dalam Islam adalah pola hidup mewah dan konsumtif seperti disinggung dalam QS Saba 34:34 di mana Allah berfirman: ‘Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya”. ‘

Dalam ayat di atas secara implisit Allah menyebutkan dampak lain dari gaya hidup mewah bahwa kecenderungan hidup mewah akan mengakibatkan kita menjadi sosok pribadi yang keras kepala, keras hati dan pembangkang serta suka taklid buta pada ajaran nenek moyang dan menutup diri dari kebenaran hidayah Islam sebagaimana juga disinggung dalam ayat QS Al-Isra’ 17:16 dan Az-Zakhruf 43:23.

Bagaimana standar pola hidup sederhana dan apa batasan hidup mewah? Hidup sederhana adalah gaya hidup berdasar apa yang benar-benar dibutuhkan. Sedangkan hidup mewah adalah pola hidup berdasarkan apa yang diinginkan. Misalnya, bagi penganut hidup sederhana, pesawat televisi dan perabotan rumah tangga yang ada tidak perlu diganti yang baru selagi yang lama masih bisa dipakai dan berfungsi dengan baik. Sebaliknya, bagi kalangan hedonis yang memuja materi memiliki pandangan menggunakan harta yang ada untuk dibelanjakan semaksimal dan sesering mungkin agar orang tahu level kekayaannya. Bagi orang kaya tapi sederhana, membeli mobil tidak perlu mewah walaupun mampu. Bagi pemuja materi, mobil adalah lambang gengsi dan martabatnya, kalau mampu membeli mobil termahal, mengapa harus membeli yang murah? Begitu juga perhiasan emas yang dimiliki, bagi kelompok pertama tidaklah perlu dipamerkan. Perhiasan emas yang dimiliki cukuplah menjadi investasi tabungan dan dipakai seperlunya. Bagi kelompok kedua, buat apa memiliki banyak perhiasan emas kalau tidak dipamerkan di seluruh tubuh sehingga kelihatan oleh semua orang?

Pola hidup sederhana dapat dimulai oleh kedua pemimpin rumah tangga yaitu suami dan istri dan hendaknya ditanamkan dan dibiasakan pada anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari..

Kerja keras dan hidup sederhana merupakan dua kombinasi yang akan menjamin hidup bahagia sebuah rumah tangga karena, pertama, orang yang suka bekerja keras pasti akan mendapat rizki dari Allah dan dia akan merasa cukup atas apa yang diperoleh walaupun tidak banyak karena sudah terbiasa dengan gaya hidup yang seadanya.

Kedua, kalau dari kerja kerasnya membuat dia menjadi kaya raya, maka kelebihan hartanya tidak akan membuat dia lupa diri. Dengan komitmennya pada hidup sederhana membuat dia memiliki banyak kelebihan harta. Hal itu menjadi kesempatan baginya untuk berbagi dengan sesama: membantu kalangan fakir miskin, memberi beasiswa pada anak muda yang putus sekolah, menyantuni anak yatim, membantu lembaga pendidikan dan pesantren yang membutuhkan. Kebahagiannya akan semakin bertambah melihat begitu banyak orang lain yang menjadi bahagia karena hartanya.

Kerja keras hendaknya dilakukan tidak hanya oleh suami, tapi juga oleh istri. Adanya kesibukan dan harapan mendapatkan hasil adalah salah satu jalan menuju bahagia di dunia.[]

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.