Keluarga Disiplin (2)

Keluarga Disiplin (2)
Oleh A. Fatih Syuhud

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa keluarga yang sukses adalah keluarga yang disiplin. Dan keluarga disiplin adalah keluarga yang memiliki rencana jangka panjang yang jelas dan rela mengorbankan kenyamanan jangka pendek demi mencapai tujuan jangka panjang yang lebih baik. Merencanakan sebuah pencapaian tidaklah terasa sulit. Apa sulitnya berencana. Yang akan terasa sulit adalah melaksanakan rencana tersebut hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Bayangan kesulitan akan terasa terutama apabila anak sudah mulai memiliki teman, hidup tidak hanya dengan ayah dan bunda. Bagaimana tetap menjaga anak agar tetap komitmen dan taat pada rencana yang telah digariskan orang tua? Dengan kata lain, bagaimana supaya anak tetap taat dan tidak memberontak pada rencana yang ingin dituju? Terasa sulit, namun bukan hal yang mustahil. Masalah terpenting sebenarnya bukan pada anak, akan tetapi pada sanggup atau tidaknya orang tua untuk berdiri di garis terdepan dan memberi contoh terbaik buat anak-anaknya.

Dalam buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an ada sebuah kisah menarik tentang keberhasilan sebuah keluarga yang sukses mendidik kesepuluh anaknya tidak hanya berperilaku baik dan salih, tapi juga taat pada orang tua, berprestasi di kelasnya dan bahkan semuanya hafal Al-Quran. Buku yang ditulis oleh Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah dan terbit pada tahun 2010 ini mengisahkan bagaimana orang tua mereka berhasil mendidik kesepuluh anak ini menjadi sosok-sosok yang menginspirasi. Berikut profil singkat kesepuluh anak pasangan Mutammimul Ula dan Wirianingsih tersebut:

  1. Afzalurrahman (24th): Hafal Alquran 30 juz, Teknik Geofisika ITB, Ketua Umum Majelis Taklim Salman ITB, peraih Pertamina Youth Program;
  2. Faris Jihady Hanifa (22th): Hafal Al Quran 30 juz sejak usia 10 tahun, Fakultas Syariah LIPIA, Juara I Tahfidz Alquran Kerajaan Arab Saudi;
  3. Maryam Qanitat (20th): Hafal Alquran 30 juz sejak usia 16 tahun, Fakultas Dirasat Islamiyah Jurusan Hadits Al Azhar Islamic University Cairo, Lulusan Terbaik Pesantren Khusnul Khatimah;
  4. Scientia Afifah Taibah (18th): Hafal Alquran 26 juz, Fakultas Hukum Universitas Indonesia;
  5. Ahmad Rasikh Ilmi (17th): Hafal Al Quran 15 juz, Lulusan Terbaik SMPIT Al Kahfi;
  6. Ismail Ghulam Halim (15th): Hafal Al Quran 13 juz, Santri Teladan dan Favorit serta Juara Umum SMPIT Al Kahfi;
  7. Yusuf Zaim Hakim (14th): Hafal Alquran 9 juz, Peserta Pembinaan Pra-Olimpiade Nasional;
  8. Muhammad Syaihul Basyir (13th): Hafal Al Quran 30 juz pada saat kelas 6 SD;
  9. Hadi Sabila Rosyad (11th): Hafal Al Quran 2 juz; Juara I Lomba Membaca Puisi;
  10. Himmaty Muyassarah (9th): Hafal Al Quran 2 juz.

Apa rahasianya? Ada sejumlah faktor yang berperan atas keberhasilan orang tua mereka mendidik anak antara lain a) Tidak ada televisi di dalam rumah; b) Hanya mendengarkan musik yang baik; c) Menghindari perkataan yang kotor; d) Pembiasaan dan manajemen waktu; e) Mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah atas presasi yang dicapai.

Dari sejumlah faktor di atas, yang terpenting dan terberat adalah ini: membuang pesawat TV dari rumah. Kalau yang satu ini berhasil dilakukan, maka hal yang lain seperti mengelola waktu akan menjadi mudah. Termasuk sejenis dengan TV bahkan lebih berat adalah games, baik games di komputer, via internet atau langsung seperti Play Station atau Xbox. Keluarga yang suka nonton TV atau main games bukan berarti akan menjadi keluarga yang gagal. Namun yang pasti prestasi mereka tidak akan maksimal. Kalau memang meninggalkan kebiasaan nonton televisi terasa berat, maka setidaknya jadwalnya dikurangi. Misalnya, hanya nonton 2 jam setiap hari. Pertanyaannya, mampukan orang tua melakukan itu demi masa depan anak-anak mereka? Orang tua yang disiplin akan menyatakan sanggup.[]

Artikel Terkait:

One thought on “Keluarga Disiplin (2)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.