Cara Santri Mencari Jodoh

Cara Santri Mencari Jodoh. Kecantikan yang hakiki adalah kecantikan perilaku. Dan kecantikan perilaku itu dapat terjadi karena sikapnya sudah menyatu dengan ilmu dan wawasan agama yang dimiliki
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Santri
Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Daftar Isi

  1. Cara Santri Mencari Jodoh
  2. Menerima Lamaran


Cara Santri Mencari Jodoh

Di Indonesia, santri adalah pribadi yang semestinya paling mewakili akhlak islami. Sebagai muslim yang pernah dididik di pesantren selama 24 jam setiap hari berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun santri pantas mendapat apresiasi tersebut. Dari segi keilmuan agama, santri pastilah individu yang paling mumpuni. Karena, tidak ada lembaga pendidikan Islam manapun di Indonesia yang dapat menandingi pesantren dalam mendidik dan menanamkan berbagai macam keilmuan agama di berbagai bidang studi. Mulai dari membaca Al-Quran, berbahasa Arab Inggris aktif, gramatika bahasa Arab yang dikenal dengan nahwu sharaf, kemampuan membaca kitab kuning atau kitab gundul bagi santri salaf, ilmu fiqih, hadits, tafsir, tasawuf, dan lain-lain. Dan semua itu dipelajari dan dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Di Pesantren Al-Khoirot, misalnya, seorang santri dengan kecerdasan rata-rata tapi tekun dapat mencapai semua itu dalam waktu 6 tahun.

Di samping keilmuan agama dan umum serta sejumlah keterampilan,  santri juga dididik untuk berperilaku yang sesuai dengan konsep 3 akhlak yaitu akhlak syariah, nilai universal dan etika lokal yang biasa disebut dengan akhlakul karimah.

Dengan latarbelakang wawasan dan lingkungan seperti itu, tidak mengherankan apabila seorang santri memiliki cara dan kriteria yang berbeda dalam mencari jodoh. Seorang santri ingat betul pada sebuah hadits sahih yang berbunyi, “Pilihlah wanita yang agamis, maka kamu akan beruntung.” Dari hadits ini Rasulullah menjamin bahwa wanita yang memiliki wawasan agama yang baik adalah sosok wanita ideal untuk menjadi pasangan dalam rumah tangga. Begitu juga pria yang perilakunya didominasi oleh agama akan menjadi sosok terbaik sebagai pemimpin dan imam rumah tangga.

Imam Ahmad bin Hanbal, pendiri madzhab Hanbali, saat hendak menikah mengutus seseorang yang kebetulan adalah salah satu kerabatnya untuk mencarikan wanita yang hendak ia jadikan istri.  Beberapa saat kemudian utusan tadi kembali ke Imam Ahmad dan menceritakan tentang dua wanita yang boleh dipilih. “Wanita yang satu,” kata utusan tadi “adalah perempuan yang sangat cantik, tapi agamanya biasa saja. Sedang wanita kedua berwajah biasa saja tapi agamanya sangat baik.” Imam Ahmad menjawab, “Saya ingin yang agamanya kuat.” Kemudian Imam Ahmad menikah dengan wanita agamis tersebut dan menjelang wafatnya beliau sangat memuji istrinya karena selama 30 tahun berumahtangga ia dan istrinya tidak pernah satu kalipun bertengkar.

Imam Ahmad bin Hanbal memahami betul bahwa kecantikan yang hakiki adalah kecantikan perilaku. Dan kecantikan perilaku itu dapat terjadi karena sikapnya sudah menyatu dengan ilmu dan wawasan agama yang dimilikinya.

Tidak setiap orang dapat menyatukan ilmu agamanya dalam perilaku kesehariannya. Demikian juga tidak semua orang yang tidak berilmu agama berperilaku buruk. Yang dimaksud dengan pribadi yang agamis bukan hanya orang yang berilmu agama saja. Atau berperilaku baik saja tanpa wawasan agama. Atau taat dalam beribadah saja tapi sikap horizontalnya buruk. Pribadi agamis adalah gabungan dari semunya yaitu sosok individu yang berakhlakulkarimah yaitu pribadi yang sangat menyenangkan hati manusia dan Allah sekaligus. Apabila dia adalah sosok pribadi yang taat pada Allah, berwawasan agama luas  tapi tidak menyenangkan orang-orang di sekitarnya alias nyebelin, maka dia bukan pribadi yang agamis. Dia bukan santri yang ideal.

Oleh karena itu, maka diperlukan ketelitian dalam memilih jodoh. Sosok yang agamis, dalam arti berlatarbelakang belakang santri dan cukup lama di pesantren tentu menjadi salah satu kriteria awal yang baik. Tetapi itu belum menjamin dia adalah pribadi yang tidak nyebelin. Itulah perlunya investigasi dengan meminta pendapat orang-orang terdekat. Apabila sosok agamis ideal terpenuhi dan ternyata dia juga memiliki tampilan fisik yang bagus, nasab yang baik, maka itu adalah bonus.[]


Menerima Lamaran
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin El-Ukhuwah
Pondok Pesantren Putri Al-Khoirot

Kedatangan keluarga dari pihak laki-laki yang bertujuan hendak melamar seorang wanita merupakan salah satu peristiwa penting yang sangat dinanti-nanti tidak hanya oleh wanita itu sendiri tapi juga oleh ayah dan ibunya. Betapa tidak, dipinang seseorang merupakan sesuatu yang membahagiakan. Apalagi kalau yang meminang adalah seorang pria yang memang menjadi impian keluarga pihak perempuan. Dari senangnya sehingga terkadang orang tua lupa untuk meminta persetujuan putrinya. Atau kalaupun diminta persetujuan, tidak jarang dengan setengah memaksa.

Di sebagian daerah di Jawa dan Madura terdapat suatu kepercayaan di kalangan orang tua di mana adanya pinangan pertama itu ibarat penjual barang di pasar yang kedatangan pembeli pertama dalam arti sama-sama pantang untuk ditolak. Tak peduli apakah putrinya masih belum cukup umur untuk ditunangkan . Tak penting apakah yang melamar itu pria yang pantas menjadi pasangan abadi putrinya atau tidak.

Ada juga kepercayaan di sebagian masyarakat Jawa dan Madura di mana keputusan menerima atau menolak lamaran seseorang itu berdasarkan hitungan weton kelahiran pria dan wanita. Apabila hitungan wetonnya tidak cocok, maka pinangan pria itu akan ditolak. Tidak peduli betapapun idealnya pria yang meminang putrinya tersebut.

Di kalangan masyarakat yang cara berfikirnya relatif lebih “rasional” seperti masyarakat perkotaan yang pendidikannya relatif lebih baik, menerima atau menolak lamaran biasanya lebih disebabkan oleh alasan yang bersifat materi. Seperti jabatan yang disandang atau kekayaan yang dimiliki. Pria bujangan yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS) paling mudah mendapat persetujuan calon mertua untuk meminang putrinya. Disusul oleh pegawai bank, pegawai BUMN, dan pegawai perusahaan asing (PMA). Kelompok para pegawai ini akan mudah mendapat persetujuan calon mertua saat mengajukan lamaran karena ada kepastian masa depan ekonomi. Pertimbangan lain seperti kepribadian atau kejujuran ada di nomor kesekian.

Adanya variasi cara pandang di kalangan orang tua dalam mengambil keputusan menerima atau menolak pinangan itu sebenarnya berasal dari tujuan yang sama: yaitu untuk mendapatkan calon terbaik bagi putri mereka. Penilaian tentang siapa figur pria terbaik tentu saja berbeda sesuai dengan tradisi, kepercayaan, dan latarbelakang pendidikannya.

Bagi orang tua muslim yang baik, pandangan tentang siapakah pria terbaik untuk pendamping abadi putrinya hendaknya berpegang pada ajaran Islam. Begitu juga, bagi seorang wanita salihah yang memiliki komitmen keislaman hendaknya ia menyandarkan penilaian sosok pendamping ideal berdasarkan hanya pada tuntunan Islam. Bukan pada kepercayaan dan tradisi nenek moyang; bukan pada materi dan jabatan; bukan pula pada tampilan fisik luar.

Pria yang baik yang dapat menjadi pendamping yang baik dan bertanggung jawab dunia dan akhirat adalah laki-laki yang paling bertakwa. Karena dialah yang menurut Allah merupakan sosok paling mulia di sisi-Nya (Al-Hujurat 18:13). Secara sederhana, pribadi yang takwa dapat digambarkan sebagai sosok yang komplit kepribadiannya: komitmen keislamannya tidak diragukan, kepribadiannya menyenangkan terhadap sesama manusia dan figur yang bertanggung jawab kepada keluarga.

Tidak mudah melihat sosok kepribadian yang memenuhi standar takwa. Seorang yang teratur shalat fardhu dan puasa Ramadan-nya belum tentu paling takwa kalau dia seorang pemarah yang suka melayangkan tangannya pada yang lemah. Namun setidaknya, ketaatan dalam beragama dapat dijadikan sebagai tolok ukur pertama dalam menilai kepribadian seorang pria idaman. Tentu dibutuhkan waktu untuk melihat apakah sikap agamisnya itu juga tergambar dalam perilaku kesehariannya. Dari sinilah orang tua hendaknya tidak terburu-buru memutuskan suatu lamaran sebelum mengadakan investigasi yang cukup terhadap calon menantunya.[]
buy anabolics online

Comments

  • cari jodoh orang muslim cakep dibawah umur 25

    sandyJanuary 13, 2016
  • Cari jdoh agama muslim…

    davidOctober 2, 2015
  • salam kenal …..

    bambang kJanuary 6, 2014
  • jodoh kan aku

    candraApril 4, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.