Buku Santri, Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam ditulis bersama oleh pengasuh Ponpes Al-Khoirot dan dieditori oleh A. Fatih Syuhud. Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Al-Khoirot pada tahun 2008.
Judul buku: Buku Santri, Pesantren dan Tantangan Pendidikan Islam
Penulis: A. Fatih Syuhud
Penerbit: Pustaka Al-Khoirot
Tahun terbit: April 2008
Alamat: Pondok Pesantren Al-Khoirot Jl. KH. Syuhud Zayyadi No. 01 Karangsuko, Pagelaran (Gondanglegi), Malang 65174, Jawa Timur.
DAFTAR ISI
- Pengantar
- Bab I: Pesantren, Santri dan Problematika Pendidikan
- Bab II: Tantangan Pendidikan Islam
- Bab III: Lanskap Pendidikan Islam
- Bab IV: Penutup
- Kutipan Buku
DAFTAR ISI BUKU SANTRI, PESANTREN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM
PENGANTAR
- Pengantar Pengasuh
- Pengantar Penulis
BAB I PESANTREN, SANTRI DAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN
- Kyai, Santri dan Karya Tulis
- Peran Sosial Santri
- Pesantren dan Suksesi Kepemimpinan
- Aristokrasi Pesantren
- Tradisi Baca Tulis
- Peran Pesantren dalam Masyarakat Plural
- Pesantren, Madrasah dan Terorisme
- Diperlukan Pendidikan Pencetak Pemimpin
- Santri, Integritas Kepribadian dan Kepemimpinan
BAB II: TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM
- Tantangan Pendidikan Islam di Era Globalisasi
- Agama dan Perannya dalam Kehidupan Ekonomi dan Demokrasi
- Dinamika dan Signifikansi Fiqih dalam Islam
- Bias Makna Fundamentalisme
- Clash of Civilization, Mitos atau Realitas?
- Islam dan Demokrasi
BAB III: LANSKAP KEPRIBADIAN ISLAM
- Pendidikan Anak
- Pemimpin Ideal
- Islam Ideal dan Realitas Umat
- Hidup Sederhana sebagai Pilihan
- Malu dan Harga Diri
- Quran dan Sunnah
- Kebebasan Memilih
- Tren Islami
- Zina dan AIDS
- Tentang Penulis
PENERBIT: PUSTAKA AL-KHOIROT
WEBSITE: pustaka.alkhoirot.com
Email: alkhoirot@gmail.com
KUTIPAN DARI BUKU SANTRI, PESANTREN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM
Dari artikel “Tantangan Pendidikan Islam di Era Global”
Tujuan daripada pendidikan (Islam) adalah menciptakan ‘manusia yang baik dan bertakwa ‘yang menyembah Allah dalam arti yang sebenarnya, yang membangun struktur pribadinya sesuai dengan syariah Islam serta melaksanakan segenap aktifitas kesehariannya sebagai wujud ketundukannya pada Tuhan.
Dari artikel “Kyai, Santri dan Karya Tulis”
… santri pesantren salaf Indonesia sangat jauh ketinggalan dibanding, katakan, santri salaf di India. Dan ini jelas sangat erat kaitannya dengan kurang padatnya silabus kurikulum materi pelajaran yang mengakibatkan lumpuhnya kreatifitas para santri salaf Indonesia.
Terjadinya stagnasi santri salaf Indonesia dari dulu sampai sekarang juga diakibatkan oleh self complacency (merasa puas) terhadap status quo yang ada serta kurangnya menentukan standar target pencapaian keilmuan yang tinggi. Santri sudah merasa puas dan dianggap berhasil apabila sudah dapat membangun dan mendirikan pesantren
Dari artikel “Pesantren dan Suksesi Kepemimpinan”
Bahwa pemimpin pesantren selama ini berasal dari keluarga dekat pemimpin sebelumnya bukan masalah bila ia memiliki kapasitas yang dibutuhkan. Tapi keterkaitan keluarga dengan pemimpin sebelumnya tidak boleh menjadi satu-satunya standar dalam suksesi kepemimpinan pesantren.
Dari artikel “Peran Pesantren Dalam Masyarakat Plural”
Peran aktif yang dilakukan oleh berbagai pesantren India, terutama Deoband, ini dalam upaya mereka untuk mempromosikan pluralisme dan toleransi antaragama, antarsuku dan antardaerah tampaknya perlu ditiru oleh pesantren kita.
