Kriteria Calon Suami Ideal Pemimpin Rumah Tangga

Kriteria Calon Suami Ideal adalah sosok lelaki yang agamis, bijaksana dan berakhlakul karimah atau berbudi pekerti yang luhur. Setelah itu tampilan fisik, kondisi materi, keturunan dan status sosial baru menjadi pertimbangan plus. Karena, suami adalah pemimpin rumah tangga, imam dari keluarga dan itu tidak bisa dilakukan oleh seorang laki-laki yang hanya bermodal tampang yang bagus atau materi yang banyak.
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin El-Ukhuwah
Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Daftar Isi

  1. Kriteria Calon Suami Ideal
  2. Suami Pemimpin Rumah Tangga


Kriteria Calon Suami Ideal

Sosok laki-laki seperti apa yang paling diinginkan seorang perempuan sebagai calon suami pendamping hidupnya? Jawabnya pasti akan berupa serentetan kriteria sempurna lahir batin:  tampan, kaya, keturunan terhormat, syukur-syukur kalau taat beragama. Ini urutan yang umum dikehendaki oleh seorang gadis terhadap pria impiannya.  Itulah yang disebutkan Nabi bahwa orang menikah umumnya karena empat pertimbangan terserbut. Dan faktor agama menjadi prioritas terakhir. Mengapa?

Salah satu sebab utama adalah karena ketampanan, kekayaan dan keturunan merupakan tampilan lahir. Dan tampilan lahir itu adalah hal yang paling mudah dipahami dan karena itu cepat menarik hati. Sedangkan keluhuran pribadi dan ketaatan pada agama adalah tampilan batin yang tidak mudah dimengerti manfaatnya dalam waktu singkat.

Kecenderungan wanita untuk lebih mengutamakan tampilan lahir pada seorang pria adalah manusiawi karena itu adalah insting dasar umat manusia baik laki-laki atau perempuan. Namun seiring bergulirnya waktu, bertambahnya usia, tumbuhnya wawasan dan ilmu, maka meningkat pula cara berfikir dan cara melihat dan menilai sesuatu.

Dengan bertambahnya bacaan maka bertambah pula wawasan tentang prioritas yang harus didahulukan dalam memilih jodoh. Tanpa pengetahuan agama pun seorang yang rajin memperhatikan berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya; pada kerabat dan tetangganya yang sudah menjalani hidup berumah tangga ia akan dengan mudah menyimpulkan bahwa,:

  • Ketampanan seorang lelaki bukan jaminan akan membawa kebahagiaan. Pria yang rupawan apabila tidak disertai dengan keilmuan dan komitmen yang cukup justru akan menjadi musibah bagi istri karena rentan pada perilaku yang arogan dan memiliki kesetiaan yang tipis pada pasangan. Orang bodoh yang memiliki kelebihan fisik akan cenderung memanfaatkannya untuk hal-hal yang negatif. Banyak kasus perceraian yang disebabkan oleh karena kecenderungan wanita memilih calon suami berdasarkan pada tampilan fisiknya semata. Wanita yang belum menikah hendaknya belajar dari kasus-kasus yang sudah terjadi agar tidak kembali terulang pada dirinya.  Pacaran menjadi salah satu sebab banyaknya wanita yang salah memilih pasangan. Ketika cinta sudah mendominasi, maka akal sehat tidak lagi bekerja untuk dapat memilih calon secara benar dan obyektif.
  • Kekayaan menjadi salah satu faktor seorang gadis untuk memilih pasangannya. Walaupun umumnya hal ini terjadi karena desakan orang tua yang ingin memiliki menantu kaya atau berpekerjaan tetap. Tujuan orang tua mungkin baik yaitu agar masa depan anaknya cerah. Akan tetapi apabila harta menjadi satu-satunya kriteria, maka ia berpotensi kurang baik. Sama dengan pria yang memiliki kelebihan fisik, laki-laki yang memiliki kelebihan harta tanpa diimbangi dengan keilmuan dan wawasan yang baik akan cenderung memiliki perilaku yang arogan dan meremehkan pada pasangannya.  Seorang wanita yang menikahi lelaki karena hartanya semata akan cenderung menjadi permainan laki-laki tersebut.
  • Keturunan terhormat pada diri lelaki saat ini tidak menjadi pertimbangan utama dalam memilih jodoh kecuali kalangan syarifah (ipa) yang masih tabu untuk menikah dengan lelaki yang bukan dari kalangan habaib. Namun demikian, ia menjadi nilai plus bagi sebagian kalangan yang orangtuanya kebetulan termasuk tokoh masyarakat di daerahnya.

Pilihan keempat, kata Nabi, adalah agama. Pria yang agamis bukan hanya yang pintar ilmu agama dan taat beribadah. Tapi ia juga seorang yang berakhlak santun dan berfikir serta bersikap bijaksana. Rasulullah menjamin bahwa apabila agamis menjadi kriteria pertama sebelum yang lain dalam memilih jodoh, maka insyaallah seseorang akan dapat hidup bahagia bersama pasangannya. Dalam suka atau duka.[]


Suami Pemimpin Rumah Tangga
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin El-Ukhuwah
Ponpes Al-Khoirot Putri Malang

Dalam QS An-Nisa 4:34 Allah berfirman bahwa laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Kata laki-laki dalam ayat tersebut merujuk pada suami sedang kaum wanita adalah istri. Dalam ayat yang sama disebutkan dua alasan mengapa suami disebut pemimpin rumah tangga antara lain (a) laki-laki memiliki kelebihan atas perempuan; (b) suami berkewajiban memberi mahar dan nafkah pada istri.

Sebagai pemimpin rumah tangga, hal utama yang harus dilakukan suami adalah bagaimana ia pantas untuk mendapat gelar dan hak sebagai pemimpin . Yang pertama dan utama adalah seorang pemimpin tentunya harus memiliki perangai dan perilaku yang baik agar ia memiliki wibawa dan karisma dalam memimpin istri dan anaknya. Seorang kepala rumah tangga tidak harus lebih pintar dari wakilnya, tapi setidaknya ia harus lebih baik dan salih dalam berperilaku. Ada kesesuaian antara ucapan dan sikap. Itulah esensi seorang pemimpin. Ketika syarat dasar dari seorang pemimpin terpenuhi, maka kata-katanya tidak akan sulit untuk diikuti dan dipatuhi oleh istri dan anak.

Tugas suami yang kedua adalah memenuhi hak-hak dasar anak dan istri. Hak dasar seorang istri antara lain mendapat nafkah yang pantas baik nafkah lahir maupun batin. Sedang hak dasar anak selain nafkah lahir juga nafkah batin yang berupa pendidikan yang layak. Baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal di rumah terutama menyangkut pendidikan karakter dan disiplin.

Sebagai pemimpin rumah tangga suami memegang amanah mulia yang harus dijaga dengan baik. Bukan untuk disalahgunakan. Karena, kepemimpinan suami itu semata-mata bukan karena keunggulan kaum lelaki di segala bidang. Seperti disinggung dalam QS An-Nisa 4:34 di atas, lelaki menjadi kepala rumah tangga karena terkait dengan kewajibannya yang lebih banyak. Adalah wajar pihak yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab lebih banyak berhak menempati posisi yang lebih tinggi (QS Al-Baqarah 2:228). Di samping itu, keunggulan fisik—pria umumnya lebih kuat dari wanita—menjadi salah satu faktor pendukung.

Di luar hal-hal di atas, laki-laki dan perempuan tidak berbeda jauh. Dari segi intelektual atau kecerdasan, misalnya, tidak sedikit kenyataan menunjukkan di mana wanita lebih pintar dari pria. Abdurrahman bin Abdullah As-Suhaim menulis dalam kitab Rujhanu Aql Imroah (رجحان عقل امرأة) bahwa dari segi kecerdasan banyak perempuan yang lebih unggul dari laki-laki.

Oleh karena itu, Muhammad bin Abdullah Al-Andalusi yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Arabi dalam Ahkamul Quran (أحكام القرأن لابن العربي) menyatakan bahwa hak dan kewajiban suami-istri adalah bersifat seimbang dan sama (mutual atau musytarak) namun dengan job description (rincian tugas) yang berbeda.
Suami Pemimpin Rumah Tangga

Kewajiban seorang suami terhadap istrinya, kata Ibnu Arabi, antara lain memberi mahar, memberi nafkah, memperlakukan istri dengan baik, melindungi, menyuruh istri taat pada Allah, dan menjauhi laranganNya.

Sedang hak suami antara lain wajib ditaati, dilayani, dimintai idzin untuk belanja, untuk haji, untuk melaksanakan amal sunnah, memperlakukan keluarga suami dengan baik, dan menjaga harta suami.

Muhammad bin Jarir At-Tabari dalam Tafsir At-Tabari menyatakan bahwa kelebihan yang dimiliki suami atas istri itu terjadi apabila suami memenehui seluruh kewajiban-kewajibannya sebagai suami seperti di sebut di atas (وذلك تفضيل الله تبارك وتعالى إياهم عليهن ، ولذلك صاروا قواما عليهن ، نافذي الأمر عليهن فيما جعل الله إليهم من أمورهن).[]

Comments

  • Ilmunya sangat membantu menambah wawasan agar para wanita tidak hanya melihat laki – laki dari ketampanannya saja.

    almaguna cargoDecember 7, 2017
  • Bisa beli bukunya dimana yaa???

    nailyJune 8, 2015
  • Asslamualaikum, sy mau tnya, adakah laki laki mukmin yg mau menerima sy yg sekrg in yg lg mengalami musibah , n bs menerima apa aday

    AkhwatOctober 31, 2012
  • ijin share yah pak fatih..

    rikyOctober 24, 2012

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.