Hukum Cerai Paksa dalam Islam

Hukum Cerai Paksa dalam Islam adalah tidak sah. Kalau memang pemaksaan itu tidak dikehendaki oleh suami dan si pemaksa, baik orang tua atau pihak lain, memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk melaksanakan ancamannya.
Oleh A. Fatih Syuhud

Ada banyak kasus terjadinya cerai paksa di mana suami atau istri dipaksa oleh pihak ketiga untuk menceraikan pasangannya. Pihak ketiga yang melakukan pemaksaan tersebut ada dua macam, pertama, orang tua atau kerabat dekat dari pasangan suami-istri atau orang lain yang memiliki kepentaingan tertentu. Salah satu contoh kasus adalah seperti permasalahan seorang suami yang dipaksa menceraikan istrinya seperti yang disampaikan kepada Konsultasi Islam Al-Khoirot[1] sebagai berikut:

Saya seorang muslim duda tanpa anak, sudah menikah resmi (KUA) dengan seorang muslimah janda dengan dua anak. Kebetulan orang tua saya seorang ulama yang dikenal masyarakat di kota saya. Pada saat menikah memang tidak ijin orang tua saya karena sejak awal orang tua sangat menentang, semenjak mendapat isu dia wanita yang tidak baik.

Sementara saya punya keyakinan dia wanita yang baik dan itu saya rasakan sampai saat ini. Setelah orang tua mengetahui saya menikah, beliau dan saudara saya meminta saya menceraikan istri saya atau dicap durhaka kepada orang tua. Saya sudah berupaya secara halus untuk meyakinkan orang tua dan keluarga bahkan dengan bukti-bukti yang valid, namun mereka bersikeras meminta saya cerai. Saya katakan saya tidak bisa memilih salah satu karena keduanya harus berjalan seiring.

Masalah kedua terjadi di mana suami atau istri dipaksa untuk menceraikan pasangannya karena mendapat ancaman fisik dari pihak ketiga. Misalnya, seorang suami mendapat ancaman akan dibunuh atau dianiaya apabila tidak menceraikan istrinya.

Dalil Perilaku Terpaksa

Allah berfirman dalam QS An-Nahl 16:106 “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)…”[2] Ayat ini secara umum mengakui situasi sulit yang dihadapi orang yang sedang terancam dan karena itu memaafkannya. Berdasarkan ayat ini Imam Syafi’i menyatakan bahwa taqiyah (bersikap pura-pura) itu boleh dalam sejumlah perkara yang asalnya diharamkan apabila dalam keadaan terpaksa dan berada dalam ancaman sebagaimana yang terjadi pada seorang Tabi’in bernama Ata’ bin Abi Robbah.[3] Al-Kayya Al-Harasi memiliki pendapat serupa tentang orang yang menyatakan kufur atau murtad karena berada dalam ancaman tanpa niat dalam hati, maka pernyataannya itu dimaafkan.[4]

Ar-Razi bahkan menyatakan bahwa seorang muslim yang berada dalam ancaman pedang boleh minum alkohol, dan makan babi karena menjaga keselamatan diri itu wajib dengan dasar ada larangan dalam Islam untuk mencelakai diri sendiri.[5]

Demikian juga, Ibnu Hajar Al-Asqalani berpendapat bahwa orang muslim yang mengakui dirinya kafir karena terpaksa maka ia dimaafkan dan kata-katanya itu tidak membuatnya harus dihukum.[6] Dalam kasus lain, Imam Nawawi mencontohkan seorang yang melakukan sumpah atau kesaksian bohong karena terpaksa, maka ia tidak wajib membayar kafarat atau denda karena sumpahnya orang yang dipaksa itu tidak berkekuatan hukum tetap.[7] Selain itu, ada hadits yang menyatakan bahwa “Sumpah orang yang dipaksa itu tidak dianggap.”[8]

Dalam sebuah hadits Nabi bersabda bahwa Allah memaafkan perilaku seorang yang timbul karena keliru, lupa atau terpaksa.[9]  Dalam hadits lain Nabi bersabda bahwa talak itu tidak terjadi saat ighlaq.[10] Menurut Abu Daud kata ighlaq bermakna marah. Namun menurut Syarbini, makna dari kata ighlaq  adalah ikroh atau terpaksa.[11]

Perceraian Karena Terpaksa

Berdasarkan dalil-dalil nash (teks) yang disebut di atas, maka ulama ahli fiqih madzhab Syafi’i membuat beberapa kesimpulan hukum terkait dengan perbuatan talak yang dilakukan oleh seorang suami yang disebabkan karena paksaan. Imam Syafi’i dalam Al-Umm menyatakan:

والإكراه أن يصير الرجل في يدي من لا يقدر على الامتناع منه من سلطان أو لص أو متغلب على واحد من هؤلاء ويكون المكره يخاف خوفا عليه دلالة أنه إن امتنع من قول ما أمر به يبلغ به الضرب المؤلم أو أكثر منه أو إتلاف نفسه .  فإذا خاف هذا سقط عنه حكم ما أكره عليه من قول ما كان القول شراء أو بيعا أو إقرارا لرجل بحق أو حد أو إقرارا بنكاح أو عتق أو طلاق أو إحداث واحد من هذا وهو مكره فأي هذا أحدث وهو مكره لم يلزمه

 

(… Apabila ia takut ancaman itu akan terjadi padanya kalau tidak melakukan yang diperintahkan oleh si pengancam … seperti talak…, maka statusnya adalah orang yang dipaksa yang tidak terkena sanksi hukum).[12]

Al-Kayya Al Harasi dalam Ahkam al-Quran menyatakan:

إنّ حكم الردّة لا يلزمه… إنّ المشرّع غفر له لما يدفع به عن نفسه من الضرر… واستدلّ به أصحاب الشافعي على نفي وقوع طلاق المُكرَه، وعتاقه، وكل قول حُمل عليه بباطل، نظراً لما فيه من حفظ حقّه عليه، كما امتنع الحكم بنفوذ ردّته حفظاً على دينه

(Hukum murtad tidak dikenakan pada orang yang dipaksa… Allah memaafkan perbuatan haram yang dilakukan untuk menghindari diri dari bahaya. Ulama madzhab Syafi’i mendasarkan dalil pada tidak terjadinya talak suami yang dipaksa… Dan setiap kata yang terkait dianggap batal..)[13]

Syarat Cerai Paksa yang Tidak Terjadi

Sebuah perceraian karena paksaan dianggap tidak terjadi talak apabila sifat pemaksaan dan kondisi yang dipaksa memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a)      Si pemaksa mampu melakukan isi ancamannya tersebut.
b)      Pihak yang dipaksa tidak mampu menolak ancaman tersebut.
c)      Pihak yang dipaksa yakin bahwa si pemaksa akan melaksanakaan ancamannya segera.
d)     Isi ancaman termasuk sesuatu yang membahayakan jiwa, raga atau harta seperti ancaman pembunuhan, pemukulan yang dapat mencederai, pemotongan anggota tubuh, penahanan dalam waktu yang lama, pengambilan atau perusakan harta benda, dan semacamnya.
e)      Isi ancaman berupa sesuatu yang membahayakan pada keluarga dan kerabat seperti akan membunuh atau menyakiti  atau memperkosa anak, istri atau orang tua atau salah satu ahli warisnya.

f)       Ancaman itu bukan sesuatu yang hak.
g)      Pihak yang diancam tidak punya pilihan lain.
h)      Pihak yang dipaksa tidak berniat menceraikan istrinya.[14]

Kesimpulan

Dari poin-poin di atas, maka jelaslah bahwa perceraian yang dilakukan dengan terpaksa dan berada di bawah ancaman yang dapat membahayakan jiwa atau harta diri sendiri atau keluarga dekat termasuk dari talak yang tidak terjadi asalkan tidak disertai niat saat mengucapkan kata cerai tersebut.

Adapun keterpaksaan yang ringan yang tidak membahayakan jiwa, seperti tekanan psikologis dari orang tua, maka kata cerai yang diucapkan tetap terjadi karena dia masih memiliki pilihan untuk tidak melakukannya.[15]

Ini adalah pendapat dari ulama madzhab Syafi’i dan dua madzhab fiqh yang lain yaitu madzhab Maliki dan Hanbali. Sedangkan madzhab Hanafi menganggap talak paksa itu tetap terjadi.[16][]

[1] Konsultasi Islam Al-Khoirot adalah layanan pengabdian masyarkaat yang menerima berbagai keluhan dan pertanyaan berbagai permasalahan agama melalui internet dari umat Islam di seluruh dunia . Layanan ini diberikan oleh PP Al-Khoirot dan diasuh oleh Dewan Pengasuh PP-Alkhoirot.
[2] Teks asal QS An-Nahl :106: من كفر بالله من بعد إيمانه إلا من أكره وقلبه مطمئن بالإيمان
[3] Imam Syafi’I dalam Ahkam al-Quran, II/114-115.
[4] Al-Kayya Al-Harasi dalam Ahkam Al-Quran, III/246.
[5] Fakhru Rozi dalam At-Tafsir Al-Kabir, XX/121.
[6] Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, XII/263.
[7] Abu Syaraf An-Nawawi dalam Al-Majmuk, XVIII/3.
[8] Teks hadits: ليس على مقهور يمين. Sand hadits ini lihat Imam Nawawi, ibid.
[9] Teks hadits riwayat Ibnu Majah sebagai berikut: إن الله وَضع عن أمتي الخطأ، والنسيان، وما استكرهوا عليه
[10] Teks hadits riwayat Abu Daud dari Aisyah hadits no. 2193 sebagai berikut: لا طلاق ولا عتاق في إغلاق
[11] Syihabuddin Ar-Romli dalam Nihayah al-Muhtaj ila Syarhil Minhaj, VI/445.
[12] Imam Syafi’i dalam Al-Umm, III/236.
[13] Al-Kayya Al-Harasi dalam Ahkam al-Quran III/246.
[14] Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj  Vol. VIII/36-37. Lihat juga pada halaman yang sama Hasyiyah Abdul Hamid As-Syarwani  dan Hasyiyah Ibnu Qasim Al-Ubbadi.
[15] Al-Umm, ibid.
[16] Al-Jaziri dalam Al-Fiqh alal Madzahib al-Arbaah, IV/143

*Ditulis untuk Buletin Al-Khoirot Ponpes Al-Khoirot Malang

Sharing, Yuk!Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comments

  • Selamat malam,
    Saya mau bertanya, saya baru saja membuat surat pernyataan talak yang saya tanda tangani, dengan ancaman dari istri saya. apabila saya tidak membuat surat pernyataan itu, dia akan memotong urat nadi tangan dengan memegang sebuah pisau.
    Apakah jatuh talak dengan kejadian tersebut?
    Mohon pencerahanya..

    apriyantoJuly 13, 2017
  • assalamualaikum ustad?ada kasus percerYan paksa oleh istri pertama.karna ada tekanan dr pihak anak2 istri pertama suami pun ceraikan istri kedua dlm keadaan nipas abis lahiran.sekarang udah berjln 3thn.tp tetp suami tdk merasa menceraikan istri kedua dngn alasan terpaksa dan ada dua anak dr istri kedua.mau berlanjut takut dosa karna tak d ridoi istri pertama.trus percerayannya sah tidak?tolong pencerahannya pak ustad terimakasih

    sriMay 8, 2017
  • Assalamualaikum….pa ustad??
    Saya telah menikah selama 10 thn…tapi selama itu saya merasa tidak nyaman dan bahagia trus saya dekat dengan laki2 yang sangat baik, perhatian, sayang sama keluarga saya sedangkan suami saya sangat acuh dan keras kepala terkadang dia juga suka tidak akur dengan kedua orang tua saya..
    Asa memang melakukan kesalahan dengan merasa nyaman dengan laki laki lain tapi setelah saya berfikir untuk mengakhiri ini semua dengan laki2 itu ternyata dia tidak mau di tinggalkan dia merasa nyaman sejalan dengan saya sampai2 dia klo tidak berjodoh dengan saya dia akan mengakhiri dihidupnya dia bilang dan minta doa restu mamah dan keluarga besarnya sampai dia mencuci kaki mamahnya sambil menangis melihat anaknya seperti itu…kemudian keluarga besarnya meminta saya untuk bercerai dari suami saya keluarga besarnya mau menerima saya dan kedua anak saya dengan kasih sayang…saya tidak pungkiri juga saya ingin menikah dengan dia….sampai sampai keluarganya bilang kalau saya ga menikah dengan anaknya….anaknya akan meninggal dan ibunya sendiri juga pasrah untuk meninggal keluarga besarnya…juga bakal hamcur dengan keadaan ini….yang saya ingin tanyakan harus bagaimana sikap saya pa ustad sedangkan suami tidak mau menceraikan saya..

    Imasfaridah@rocketmail.comMay 2, 2017
  • Suami saya di paksa ceraikan saya, dengan menulis alasan terdalamnya mencersikan adalah permintaan istri pertamanya dan anak ansknya. Sehingga suami tidak bisa tpon say, tidak bisa pulang kerumah,tidak bisa menggunakan uang nya sendiri semua aset, atm, disita.. Apa istri dan ansk anaknya termasuk perbuatan zholim pad saya? Dan pwrceraian yang dikirim lewat shrat itu tidak syah?

    MayaApril 27, 2017
  • Akhir2 ini rumah tangga saya sedang mengalami kesulitan ekonomi. Jadi suami saya menyuruh saya untuk tinggal dulu dgn orang tua saya spya saya bsa hidup layak… nah pada saat keadaan ekonomi suami saya sdh membaik lalu suami saya ingin menjemput saya di rmh orang tua saya… tp orang tua saya malah melarangnya dan tdk mengijinkan saya untuk kembali kepada suami saya dgn alasan suami saya tidak bertanggung jawab terhadap saya… malah sekarang dy ingin menggugat cerai suami saya… bagaimana hukumnya itu dan apa yang harus saya lakukan sebagai seorang istri dan anak dari orang tua saya

    zahwaMarch 19, 2017
  • Assaalamualaikum
    Ustad…. umur pernikahan saya sdh 7 tahun dan telah di karuniai 2 orang putri.. Rumah tangga saya akhir2 ini sedang dalam keaulitan ekonomi

    zahwaMarch 19, 2017
  • Selamat malam ustadz
    Saya memiliki masalah yg saya agak bingung
    Saya mempunyai kakak ipar dan dimana suami ketahuan selingkuh,dan saya banyak mendengar bahwa penyebab selingkuhnya itu akibat sang istri kurang menarik,tp yg saya tanyakan kritikan semua itu berasal dari tetangga dan orang” lingkungan tapi kenapa saya yg dapat imbasnya,saya yg dapat tuduhan padahal saya tidak melakukan apa-apa,saat saya dilabrak mertua saya malah bilang nyuruh suami saya menceraikan saya padahal suami saya tidak mau menceraikan saya,karena kata-kata itu bukan dari saya tp masyarakat . bagaimana solusinya

    DeviFebruary 28, 2017
  • Assalamualaikumm..ustad sy mau bertanya…saya menikah hampir 6thun…akhir2 ini RT saya..berantakan…karna sya berselingkuh dengan PIL kejjadian itu sudah 1thn yg lalu…dan suami saya pun mulai tau…dan suami menerima dengan syarat saya bertobat dan bersumpah di atas al-qur’an..dan sya pun menuruti kemauan nya…sya di beri kesempatan…suami sya menerima sya kembali…tetapi disaat suami sya inge dengan kejadian itu…di mrah da memukul saya..sya pun hanya diam dan menerima nya karna semua kesalahan saya..sya pun di sruh jujur tetapi dia ga percaya jga…dan dia pun bilang tidak ak ninggalin saya dan anak saya…tetapi suatu hari..ada seseorang lelaki yg memberitahukan dia tentang saya berselingkuh..dia pun gelap mata..suami saya pun memberitahu kepada saudara dan orang tua ny..tentang perselingkuhan saya…semua pun marah kepada sya..dan mereka mengatakan perempuAN bejat..dan kluarga suami sya pun menginginkan sya bercerai..suami sya pun bimbang…tpi mau gmna lgi…dan sya tidak terima di ceraikan karna sya sangat menyayangin suami sya bgtu pun suami sya…2 hari suami sya meninggalkan rumah dan suami sya pun mengabari sya keberadaan nya saat ini…dan suami saya mengatakan klu km jujur sya bkalan blikan sma km lgie asalkan sya jujur…sedangkan saat jujur dia pun tetap ga percaya..sampai2 saya berani bersumpah mati di tetap ga percaya jjga..yg dia mnta sy di sruh kerja dan bhagiakan anak sya…dan dia pun mengancam sya jika suatu saat sya atau keluarga suami sya melihat sya jalan dengan laki-laki lain saya akan di bunuh…dan suami sya masih sayang dengan sya dia pun ingin kembali lgie..tetapi saudara dan kluarga nya dah ga mau nerima sya lgie…sya pun msih di gantung belum resmi di pengadilan..lantas gmna sikap sya menghadapinya…saya masih sayang bgt suami saya..tolong kasih solusinya pa ustad..dan gmna baik nya…
    Wassalamualaikumm

    UwarFebruary 27, 2017
  • Assalammualaikum.pagi tdi sya ada krisis dngan isteri sya..sya ada menampar mukanya.dan terjadi bergaduhan.setelah itu tiba- ibu mertua sya muncul. dengan perasaan marah membuat syarat agar isteri sya tidak keluar rumah., di depan ibu mertua sya..jesteru ibu mertua saya terus menarik tangan isteri saya hingga keluar dari pintu.apakah hukumnya ustaz

    KeydayFebruary 23, 2017
  • Assalamualaikum
    Saya isteri kedua dengan pernikahan agama . Ibu dan isteri pertama meminta suami saya menceraikan saya, saya sudah menyampaikan keikhlasan saya kepada suami agar menuruti keinginan isteri pertama dan ibunya karena saya takut suami saya menjadi golongan anak yang durhaka kepada orang tuanya tapi suami menolak keinginan isteri dan ibunya. Apakah suami saya berdosa? Berdosakah saya bila tetap mempertahankan pernikahan ini
    Wassalamualaikum

    AiFebruary 19, 2017
  • Assallam wr wb ..mau tanya saya istri yg tdk neko2 lurus2 aja , suami tinggal di rumah saya dan 2 th tdk memberi nafkah , suami bekerja gaji di kirim ke mantan istrinya krn mantan istri selalu mnuntut macam2, gaji suami habis utk kepentingan sendiri serta 2 anak dan tuntutan istri , tiba2 tanpa sebab musabab yg jelas suami mwn talak saya , saya ksih tahu klo saya positif hamil kalimat talak nya ” saya cerai kmu , mulai hari ini saya bukan suami kamu, kmu hamil urusan dan tgg jwb kamu bukan tgg jwb saya ” sya stress dan hancul akhirnya pendarahan ..apa azab suami yg sangat sadis dan kejam itu, langkah hukum apa yg hrus sya lakukan..sya tdk terima diperlakukan tdk manusiawi ini ..sangat dendam sekali ….

    Kaira anisDecember 26, 2016
  • Ass, Ustadz. Saya baru saja mentalak dua kali istri saya dan talak yang pertama saya lakukan pada tanggal 13 November. Namun Karena Kakak laki2 saya tidak setuju dan dia mengintimidasi, mengancam akan menganiaya saya kalau tidak rujuk demi kedua putri saya maka saya harus rujuk terpaksa ddidepan mertua saya. Namuns etelah itu saya talak lagi dia setelah beberapa hari kemudian. Kami menikah sudah hampir 9 tahun, dari awal kami tidak begitu ada rasa cinta dan sayang. Saya menikah karena tujuannya inigin meneruskan keturunan dan pada saat itu saya berkeyakinan rasa cinta dan sayang itu bisa tumbuh. Namun tahun demi tahun kami jalani, Sikap dia yang kasar, pernah main tangan, tidak menghargaiku sebagai suami, menuntut nafkah yang lebih, kurang bersyukur (qona’ah), memakiku dengan bahasa yang sangat kasar ternyata tidak membuat cinta dan sayang itu tumbuh dalam rumah tangga yang saya bayangkan.

    Selama ini saya coba sabar dan mengalah namun semakin menjadi2. Sampai saya jatuhkan talak, baru kemudian dia dan seluruh keluarga menolaknya karena selama ini kelihatan baik baik saja dari luar. Saya sudah shalat istikharah, dan senantiasa mendekatkan diri pada Allah. Namun pertentangan itu semakin kuat dari keluarga dengan alasan anak. Saya katakan saya tidak akan mentelantarkan anak anak. Seluruh kebutuhannya tetap akan saya penuhi, kehadiran saya selaku ayah akan hadir jika diperlukan. Namun semua keluarga apatis dan menganggap itu hanya teori. Bahwa tidak ada pisah baik baik itu. Mereka menganggap saya begini karena ada orang ketiga. Saya katakan saya telah banyak berbuta zalim selama menjalani pernikhan, main perempuan, berzinah, dsb saya lakukan sebagi bentuk kompensasi kekecewaan dan keputusasaan saya dalam rumah tangga. Saya ingin bertobat ustadz, dan saya tidak bisa hidup dengannya lagi.

    Saya sudah berencana memajukan dokumen cerai ke pengadilan pada bulan Januari 2017, bagaimana saya harus menghadapi tekanan dari berbagai pihalk untuk dipaksa bersatau dengan orang yang tidak saya cintai dan sayangi . Terima kasih ustadz sebelumnya atas masukannya. Wassalam

    AriDecember 23, 2016
  • Assalamualikum ustadz mau bertayah dan mintak solusinya . Aku menika dengan seorang laki2 beda pulau suami sya org sumatra aku org jawa . Seblm menika bersepakat dia ikut sya tp setalah menika dia mlah menyuru sya ikut dia . Bukanya aku g mau di kmpung halamanya . Kampung halamanya tidak baik untuk ank sya anak 7 turun sya jg . Sya memutus kan plg bersama org tua ku yg hbz main kesana dan suami aku ikut di jawa . Suami aku g beta tinggal di tmpat mertua bnyak alasan . Tp sya dgn org tua sya rmhnya bedah org tua sya di bawah aku dan suami diatas . Baru sya telusuri ternyata suami aku g betah di gila minum sedangkan di kampung aku g sebebas seperti kmlung dia . Dan dia jg selingku dengan tetanggah di janda punyak 3 ank dia jg sering plg ke kampung hlamanya tanpa sepengetahuan aku karena dia kerja seorg pelaut .. dia jg menghabiskan uang aku tidak tau buat apa . Setelah org tua ku tau klo perhiasan aku aku jual semua dan aku berikan sm suami aku org tua ku suru saya untuk mencerai kan suami aku dan aku blm rela karena pernika han aku dia masi 8 bulan dan suami aku sering kasar tp sya tetep masih synk sm dia . Dan smpai surat cerai keluar dia sering hbngi aku dia bilang dan menyalakan aku . Seandai nya dulu u ikut aku bukan seperti ini jadinya … paa yg harus lakukan ustadz sepertinya sya sdh tidak snggup jlani hidup ini karena aku sering terbayang2 mantan suami aku

    noviDecember 16, 2016
  • Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Pak Ustadz.
    Mohon izin pak, saya mau bertanya.
    Jdi begini pak, saya seorang suami yg bru nikah sebulan lalu, pernikahan kami baru berusia 1 bln.
    D awal2 kami saya dan istri saya baik2 saja pak tdak ada masalah, tpi semenjak saya ada kegiatan prajabatan d lingkungan instansi daerah yg mewajibkan saya hrus mengikutinya. Dn itu selama 3 minggu d asrama kn tidak boleh plang k rumah kecuali hari sabtu saja.
    Awal permasalahan ketika saya tdak me sms istri saya, d karenakan saya lupa, krna full ny kegiatan d asrama. Akhir ny istri saya marah k pada saya.
    Udh dri situ saya memang merasa bersalah, saya mnta maaf.
    Seiring berjalannya waktu, kmi ribut lgi pak dn keributan itu smpai berlarut2, kmi ribut bhkan udh lbih dri 2x d masa pernikahan kmi yg msih bsa d hitung jari. Udh d mai sebentar bsok nya ribut lgi, gtu trus pak.
    Lalu istri saya marah besar, melontarkan kn kata2 yg menyakitkan hati saya, dn d situ dia berkata dia minta pisah secepatnya dalam artian bercerai. Dan saya pun meng iya kn nya, krna saya pun berpikir baru d awal pernikahan udh ribut2 trus, yg tak berujung.
    Di saat saya ingin mnggugat cerai istri saya, istri saya plin plang klau dia tdak mau d cerai kn. akhirnya abg ipar saya mengancam saya akan d laporkan saya k jalur hukum dn nti nya akan berujung k penjara d karenakan kasus penelantaran istri dn pencemaran nama baik kluarga nya.
    Saya jdi takut, akhirnya saya urang kn niat saya dlu utk mnggugat cerai istri saya. Saya takut akan berdampak k karir saya krna proses hukum ini.
    Jdi yg ingin saya tanya kn disini. Apakah jika saya ingin mnggugat cerai istri saya, akan d proses hukum pak? Sedangkan saya sudah tidak mencintai ny lgi sedikit pun, d karenakan saya sudah sakit hati dn kecewa, klau pun berlanjut krna terpaksa saya sudah tdak ada hasrat lgi k istri saya dn itu nti psti nya akan berdampak pada k harmonis an rumah tngga yg sulit trwujud. Jdi apa yg sebaiknya saya lakukan skarang pak? Menceraikannya atau saya tetap berlanjut meskipun saya sudah tidak mencintainya lagi?
    Trimakasih pak sbelumnya. Wassalamu’alaikum.

    ArgaNovember 22, 2016
  • assalamu’alaikum Pak Ustadz

    saya mau bertanya pak ustadz,

    2 minggu yg lalu saya bertengkar hebat dgn isteri, adapun permasalahan adalah adanya perselingkuhan antara istri dgn PIL.
    yg akhirnya istri meminta cerai, akan tetapi saya tdk mau bercerai.

    saya bilang lebih baik kita pisah ranjang saja,
    tetapi istri menolak dan tetap kukuh ingin bercerai, dan meminta kpd saya agar dibuatkan surat cerai,
    dengan alasan khawatir akan hamil dan agar cepat istri bisa segera melewati masa iddahnya dan untuk segera minta pertanggung jawaban dr PIL nya itu.

    karena alasan istri seperti itu, dengan sangat terpaksa, saya pun membuat surat cerai talaq 3 langsung (sebelumnya belum pernah).
    dan saya pertegas kpd istri bahwa saya membuat surat cerai talaq 3 ini dikarenakan terpaksa, bukan dari keinginan/hati nurani saya untuk bercerai.

    pertanyaan saya :
    1. apakah menurut islam surat cerai tsb sah ?
    2. kalau sah, apakah saya sudah menjatuhkan talaq 3 langsung, dan bagaimana caranya untuk rujuk kembali?
    3. kalau tidak sah, bagaimana caranya untuk rujuk kembali?

    (kondisi saat ini saya ingin rujuk di karenak istri sedang menstruasi/yg dikhawatirkan istri tidak terjadi)

    demikian pak ustadz,
    mohon pencerahannya.

    wassalam

    antoOctober 24, 2016
  • Assalamualaikum Pak Uztad,

    Saya mau bertanya Pak, Saya Isteri dengan 1 anak kandung dan 1 anak sambung dari Suami kamienikah Janda dan Duda masing2 sama2 Cerai Hidup karena mantan kami sama2 selingkuh.
    Setelah menikah kami tinggal di rumah ibu mertua saya, yang ternyata tidak kondusif utk RT kami. RT kami banyak dicampuri keluarga suami, yaitu mertua, ipar, tetangga bahkan pembantu mertua yg buat saya tidak tahan akhirnya bertengkar dengan suami dan saya putuskan pergi dan kontrak rumah dgn anak kandung saya krn harus selesaikan sekolah di Jakarta. Selang saya sudah tdk di rumah mertua, saya tdk diterima lagi dan dipaksa cerai, namun 4 bulan kemudian suami saya sadar dan ajak saya Rujuk,. sadar selama 5 bulan, tapi skr dia kambuh lagi paksa saya cerai tapi ucaannya hanya lewat text, memaksa saya hapus semua profil saya yg mencintai keluarga dan status nikah karena dia sudah tdk cinta saya lagi katanya. Terakhir yg saya ketahui suami punya pacar dan sudah berkencan, saya sangat kaget, dan saya tahu perempuan itu teman dari mantan isteri suami, pun saya kenal juga. Perempuan itu bahkan Munafik di depan saya baik tdk tahunya dia mendekati suami. Adakah amalan yg dapat saya jalani agar suami dan perempuan itu saling menjauh? karena kami masih suami isteri resmi secara NKRI, buku nikah ada di saya. Saya tidak mau bercerai Pak.. saya cinta suami saya meski dia sudah sakiti hati saya dan menjelekan saya dan menuduh saya memfitnahnya. Mohon saran dan bantuannya Pak.

    Jazakumullah… semoga Pak uztad selalu diberkahi Allah… Aamiin Ya Rabb.

    R.K. DewiOctober 2, 2016
  • Jadi gini pada malam itu kita bertengkar dan saya dalam hati memang sudah ingin bercerai dengan istri krna memang sudah kcwa sma istri. trus istri saya trus menerus menanyakan tentang kelanjutan hubungan kita, saya bilang ini sudah malam besok lgi bicara nya dengan niatan untuk meredam amarah masing”, tp istri terus menerus memaksa jawaban nya harus sekarang dan akhir nya suami pun terpancing emosi krna pngen nya itu besok lgi untuk di bicarakan karna sdh malam dan akhir nya keluar kta “iya sudahan” dengan niat ingin bercerai, ini jwban suami atas pertnyaan yg trus di lontarkan “mau lanjut apa udhan” niat istri untuk menggertak suami. Yg jdi pertanyaan apakah jatuh talak ?
    Karena di satu sisi ada paksaan dri istri untuk jawaban di hri itu jg sedangkan suami td nya niat untuk meredam emosi spya di bcrakan besok malah terbawa emosi.
    Sedangkan dalam paksaan talak tidak jatuh,,

    rizalAugust 3, 2016
  • Assalamualaikum ustad, saya mau bertanya apakah sah perceraian apabila sang istri dalam keadaan hamil. Sedangkan sang suami sudah setuju untuk bercerai dan apakah yang harus dilakukan sang suami terhadap istri tersebut sedang menikah pun secara diam-diam terhadap istri pertamany, terima kasih .

    AzlyJuly 30, 2016
  • asskum..
    sy baru bercerai tp dgn trpksa disebabkan ibu dan saudara isteri sy yg menghalang serta paksa isteri sy..4 bulan berlalu dan baru sekarang sy dpt jumpe isteri dan anak sy selepas sy terpksa melafaskan cerai..selepas sy cerai dan isteri sy ingin tinggal dengan sy dan anak pd hari yg sama..apabila saudara dan ibu isteri sy dpt th isteri sy mahu ikut sy atau rujuk balik dan isteri sy di bawa lari dari sy lg oleh saudara dan ibunya..sy sempat mengambil anak saja…adakah perceraian sy ini sah..

    afiqJuly 2, 2016
  • Ass…sy mempunyai istri yg sy nikahi secara siri,, dan 10 hari yg lalu istri sy melahirkan tapi keluarga dari istri sy menyuruh istri sy untuk berpisah,dan kalo tetap bersama dengan sy maka istri sy akan diusir dari rumahnya,yg ingin sy tanyakan apakah sah perceraian sy dengan istri cuma dengan ttd sy sendiri diatas materai tanpa ada saksi dari pihak sy / suami. Tks

    RiskiMay 24, 2016
  • Assalamu’alaikum pa ustadz, bathin skr sy sedang benar-benar tersiksa dikarenakan sy terpaksa harus terpisah dari isteri tanpa alasan yg jelas, masalah ini berawal ketika isteri sy pergi begitu saja tanpa masalah apapun selama satu minggu..setiap sy mau jemput kerumah mertua selalu dibilang tdk ada, padahal adik ipar sy memberitahu sy kalau isteri sy itu ada dirumah. ketika pad hari terakhir sy mau menjemputnya, tiba-tiba mertua sy menyuruh sy untuk menceraikan isteri sy..karena bingung dan agak sedikit emosi membuat sy menasehati ibu mertua sy kalau yg telah dilakukan anaknya itu salah dan sebagai orang tua seharusnya membantu sy untuk menyadarkannya bukan malah sebaliknya..tp sayang ibu mertua malah menangis dgn kencang dan sy pun pamit untuk pulang, dua hari setelah kejadian itu sy menelpon isteri sy tp telponnya malah diberikan pada bapa mertua sy..di telpon itu mertua sy mencaci maki sy habis”an dan mengancam akan memukuli sy beramai-ramai bila sy berani datang lagi kerumahnya..beliau jga mengatakan akan melakukan gugatan cerai..karena mendapat ancaman tsb akhirnya sampai sekarang sudah sebulan lebih sy tidak berani datang kerumahnya, skr sy tersiksa banget krn selalu mengkhwatirkannya selain itu sy sama sekali tidak tahu kabar mengenai keadaan isteri sy ataupun gugatan cerainya..apa lagi isteri sy itu orangnya nakal dan bandel banget..skr pertanyaan sy adalah, berdosakah sy bila membiarkan isteri sy melakukan perbuatan nista, krn waktu masih serumah aja dia sering ketahuan mabuk dgn orang lain apalagi skr dia jauh dr sy..dan apakah syah percerain tsb bila memang terjadi.sedangkan sy sama sekali tdk berniat untuk menceraikannya.

    Yudha AnggaraMay 4, 2016
  • Assalamualaikum..mo tanya pk ustadz,sy istri ke2,suami sy waktu nikah diam2,suatu ketika istri nya tau,dan suami sy terpaksa menceraikn sy dgn talak3 karna di suruh istrinya dan anak2 nya yg menyerang sy,tp sblm terjadi suami sy dan ortu sy dah tau akan kedatangan keluarganya dan anak2 nya,setelah itu suami sy dan ortu sy komitmen bikin sandiwara klo sy bener dicerai sm suami sy,padahal hati suami sy gak ikhlas dan gak ridho menceraikan sy,karna di dlm nya ada niat sandiwara tadi dan suami gak niat menceraikan,maka sy dan suami bersatu kembali,apakah ini diperbolehkan,tris solusinya assalamualaikum!

    siskaMay 3, 2016
  • asalamualykm ustad.
    Saya mahasiswa berumur 22 tahun saya mau bertanya ketika saya melihat orangtua saya yang tidak henti-hentinya bertengkar saya mencoba meluruskan semuanya tapi malah ibu saya menganggap saya membela ayah saya, dan kata-kata perceraianpun keluar dari mulut ibu saya, saya hanya berkata ke ibu saya kalau itu pilihannya ya gak papa karena mamah yang ngerasain semua. Apa yang saya katakan pada ibu saya dilarang? Atau bolehkah saya mendukung perceraian kedua orangtua saya?

    WisnuApril 8, 2016
    • Perceraian tidak dilarang dalam Islam kalau itu memang jalan terbaik.

      A. Fatih SyuhudApril 10, 2016
  • Assalmmualaikum ustaz,sy ingin bertanya kirany bercerai kerana terpaksa atas desakkan orang tua,tapi mahkamah megizinkanny,sedangkan si sisuami tidak merelakanny..setiap perkahwinan pasti ada kesilapanny,atas kerana kesilapan yg pernah dilakukan keluarga mertua menghukum sebegitu,sehingga sanggup mengguna kan ilmu( sy pun tak pasti),supaya isteri dan anak2 membenci saya,apabila sy bagi tahu ingin berkunjung ke rumah mereka,automatik isteri dan ank2 melihat sy dgn penuh takut dan kebencian,tapi ada satu ketika sy datang secara mendadak tidak memberi tahu mereka anak2 saya berlari2 mengejar memeluk sy..ap yg boleh sy lakukan

    melepaskan kerana terpaksaMarch 8, 2016
  • assalamualikum .. pak ustadz saya mau naynya ,, saya berkluaraga bru ampir menginjak 1 thn , tp rumaha tangga saya saat ini sedang goyah .. istrii saya menggugat saya cerai karena slama ini istri saya brhbohong kpada saya .. bahwa slama ini dia tdak mncintaio saya da mnyayangi saya tp sdg berusaha tp ttp tdk bsa karena dia msh teringat sama mantannya itu .. dan saya sdh memaapkan dia tp dia ttp ingin saya mnceraikannya dngan alasan tkt dosa itu jg gk tau dngan hati nya atw dngn kbohongannya dia ucapkan .. apakah yg hrus saya lakukan pak ustadz karena saya tkt nnti nya istri kmbali kpada prilaku yg dulu da mngganggu mantan nya yg saat ini mantannya sdah tunangan dngn org lain .. mohon petunjuknya pak ustadZ sekarang ..

    jamaludinMarch 3, 2016
  • assalamualaikum pak ustad.
    saya sudah menikah sudah 5 tahun dan alhamdullah di karuniai 2 orang laki2, saya tadi nya bekerja di salahsatu perusahaan di daerah lampung,semenjak saya menikah saya tidak ada masalah dengan istri saya, sejak tahun 2015 perusahaan tempat saya bekerja mengalami kebangkrtutan dan mendapatkan pesangong dari perusahaan duit nya untuk kebutuhan sehari2, pada bulan bulan maret 2015 saya pergi ke kampung istri saya masih di wilayah lampung di sana saya bertani karet sekitar 2 bulan,setiap hari saya menyadap hasil karet perminggu mendapatkan 100 ribu,

    selama saya di sana keluarga saya menelfon mertua saya entah apa yang di bicarakan tp mertua saya anggap biasa saja, bulan juni saya pulang sendiri karena istri ga mau ikut alasannya males di bis nya, pada bulan awal desember saya beserta orang tua saya ke kampung istri dengan niat baik untuk bersilahturahmi dengan keluarga istri dan ingin menjemput pulang tapi niat baik kami di tolak sama mertua saya alasan mereka saya belum mendapatkan pekerjaan, akhir nya kami pulang tanpa ada hasil membawa istri saya pulang, bulan januari 2016 saya di paksa untuk menceraikan istri alasan nya tidak patuh pada suami dan aklhir nya saya menandatangi surat permohonan cerai tersebut, bln februari tgl 23 saya sidang pertama dan akhirnya saya mencabut gugatan tersebut krna pikir saya istri saya mau mematuhi saya,ternyata apa yang saya dapatka dari istri sya dia tetap tidak mau ikut saya pulang padahal saya dan keluarga sdh memberikan kesempatan kepada istri saya untuk berdamai dan ikut saya pulang dan membina keluarga seperti biasa.

    yang mau saya tanyakan langkah apa yang harus saya tempuh sekarang ini pak ustad, padahal saya masih sayang dengan anak istri saya, dan keluarga saya sdh tidak mau lagi menerima istri saya.
    yang mau

    dedek solikhinFebruary 28, 2016
  • Apakah teman saya bisa sah menikah resmi dengan suami yang sekarang ustadz.? bagakmana solusinya Ustadz. Terima kasih.

    aniDecember 24, 2015
  • Asslkum … Ustadz.
    mau tanya ….ada teman saya curhat kesaya..karena saya jg bingung mau kasih solusi bgmn..karena ribet sekali.
    begini ustadz. Dia sudah punya suami orang china mualaf.. tp tidak mau sunat ustadz. Setelah sekian lama menunggu 2th. Tidak mau sunat jg. Akhirnya istrinya ragu nikahnya sah ato tidak menurut ajaran islam… kemudian teman saya tanya para ulama dan ustadz.. ada yg blg sah dan ada yg bilang tidak sah. Pada suatu ketika dia ketemu dengan laki2 lain.. dan akhirnya belum saH cerai dengan suami org china. Nikah siri sama laki2 itu.. Karena dengan dalil pernikahannya dengan org china tidak sah. Karena suaminya blm sunat..apakah sah pernikahannya dengan suami yg sekarang?
    Tapi dengan suami yang sekarang sudah sudah ditalak 1 rujuk lagi,
    talak 2 rujuk lagi. kemudian suaminya yang china pasrahkan teman saya ke orangtuanya talak 1000x.
    Kemudian suami yg sekarang talak 3x. Karena terpaksa teman saya minta cerai trs ke suaminya yg sekarang. Dan sekarang suami yang sekarang minta rujuk lg . Bagaimana hukumnya ustadz…mohon solusinya. Terima kasih.

    aniDecember 24, 2015
  • ada sepasang suami istri…semuanya pernah selingkuh
    suami ingin bercerai karena sudah tidak ada keharmonisan lagi, setiap hari bertengkar terus akan tetapi sang istri tidak mau bercerai dan selalu mengancam bunuh diri dan menyakiti anak2nya. suami ingin bercerai secara baik2 tapi istri sangat temprament dan anak2 yang jadi ancamannya. suami sangat sayang kepada anak2nya dan tidak mau terjadi apa2 tetapi disisi lain suami ingin bercerai sudah tidak kuat lagi dengan sikap sang istri.

    apa yang harus dilakukan sang suami ???????

    mohon bantuannya….trims

    AisyahNovember 3, 2015
  • Assalammualikum warahmatullahi wabarokatuh..

    Saya mau tanya…saya digugat cerai istri saya dan saya tidak memberikan talak saya waktu persidangan pertama kedua saya tidak menghadiri dan sidang ketiga saya melayangkan suratnya yang mana waktu itu ada beberapa alasan saya tidak bisa menghadiri sidang dan yang isinya dari surat saya tersebut intinya saya tidak menceraikan istri saya dan masih menafkahi anak dan istri saya, dan alasan yang lain bahwa saya memikirkan buat mencari gaji karyawan pinjaman yang mana tiga bulan mereka belum mendapatkan gaji, dan disela beberapa bulan setelah satu bulan lepas hari raya idul fitri akta cerai keluar dari pengadilan agama yang menyatakan kami bercerai….dan itupun setelah 14 hari dari tgl dikeluarkan diserahkan oleh istri saya…dan setelah saya terima akta tersebut maka sayapun keluar dari rumah….
    Yang saya tanyakan apakah itu sah saya bercerai sementara saya tidak memberikan talak saya….dan bagaimana prosesnya untuk selanjutnya dan dengan jalan apa yang harus saya tempuh….agar saya bisa kembali lagi kekeluarga saya…
    Atas saran dan masukannya saya ucapkan terima kasih

    M.nur fauzan (suami )September 30, 2015
  • Saya mau bertanya..sy sdang sidang PA 2x..suami gugat cerai dg alasan sy sering minta cerai.padahal sy tau dia berbuat bgini krn ad kepentingan pribadi yg di manfaatkan oleh MANTAN MERTUANYA..krn suami sy duda mati dn py anak yg skrg di asuh oleh mantan mertuanya itu..mertuanya itu tdk mengizinkan sy mnjadi ibu tirinya.dn skrg suami malah tinggalkan sy dn tinggal sm mantan mertua n ank nya.Apa yg garus sy lakukan untuk smua ini..padahal smpai detik ini komunikasu sy masih baik2 sj dn kita jg curi2 waktu untuk kangen2an..apa yg harus sy ambil sikap dr suami..trimksih

    Shinta ArySeptember 10, 2015
  • Sy istri k dua , tapi tanpa ada angin dan hujan suami tiba” mncraikan saya..karna skrg posisinya suda d ktahui istri nya.. saat dia ucapkan talak dia mnangis krna brat brucap kkaya gt..”crai ” dia di dampingi istrinya saat mngucapkan crai..katanya dia mmilih anak” nya..
    Suami saya mnalak… ucap crai..apa sah???
    Sprtinya dia trtkan, . Tapi apa di kata saya msti iklas..karna prnikahan saya pun ada surat nikahh..jadi gmn yaaa

    lovelyAugust 9, 2015
  • Sy istri k dua , tapi tanpa ada angin dan hujan suami tiba” mncraikan saya..karna skrg posisinya suda d ktahui istri nya.. saat dia ucapkan talak dia mnangis krna brat brucap kkaya gt..

    lovelyAugust 9, 2015
  • asalamualaikum
    saya mau tanya apa hukumny kk dri isri minta brpisah sama saya,
    trus apa boleh saya minta rujuk lg setelah pisah 1 taun lebih setelah di pisakan sama pihak ketiga .?

    dadangJune 28, 2015
  • assalam muallaikum saya mau bertanya .. saya telah mentalak istri saya dengan dasar keterpaksaan dari pihak keluarga istri saya tertekan dan tidak ada pilihan lain jadi saya mentalak istri saya tapi dihati saya .. saya tidak ridho mentalak istri saya .. apakah talak saya sah atau tidak pa ustad .. mohon bantuannya .. makasih .. assallam muallaikum ..

    rezzaJune 26, 2015
  • Assalamualaikum
    saya mau bertanya kami waktu kemarin tu begaduh , terus saya meminta cerai sama suami saya, dan saya di ceraikan suami saya, dia mengatakan ku ceraikan kau talak habis, sah kah cerai kami ustad

    sriJune 19, 2015
  • assalamu’alaikum
    saya mau tanya apakah orang tua yang menceraikan anaknya salah? ibu saya menyuruh kakak saya menceraikan suaminya dikarenakan tidak menafkahi dan KDRT dan ktnya bnyak menipu orang lain suaminya. kkak sya tidak mau menceraikan suaminya karena masih mencintainya ibu saya memaksa kakak saya untuk menceraikan suaminya karena kakak saya mempunyai 2 anak(laki2 + prempuan) masih kecil2 yang tidak prnah suaminya nafkahi. kakak saya bilang sama suaminya diam2 lewat sms ibu kakak akan menceraikannya jawaban dari suaminya dia akan berubah, tapi orangtua saya tidak mau melihat suami kakak saya menyiksa kakak saya lagi. waktu dulu prnah suami kakak saya kelakuan nya ga baik trus dia bilang dia akan berubah tapi masih tetap saja kakak aku disakiti sama suaminya. jadi pas waktu sekarang masalah nya membesar ibu saya sudah tidak mau melihat kakak saya masih bersama suaminya.
    pertanyaa saya apa hukumnya dosa ibu saya menceraikan kakak saya dari suaminya yang sering menyakiti kakak saya sedangkan satu sisi kakak saya dan suaminya tidak ingin bercerai ??

    dhede fhalzaApril 26, 2015
  • assalamu’alaikum
    saya mau tanya apakah orang tua yang menceraikan anaknya salah? ibu saya menyuruh kakak saya menceraikan suaminya dikarenakan tidak menafkahi dan KDRT dan ktnya bnyak menipu orang lain suaminya. kkak sya tidak mau menceraikan suaminya karena masih mencintainya ibu saya memaksa kakak saya untuk menceraikan suaminya karena kakak saya mempunyai 2 anak(laki2 + prempuan) masih kecil2 yang tidak prnah suaminya nafkahi. kakak saya bilang sama suaminya ibu kakak aka menceraikannya tapi ktnya dia aka berubah sedikit demi sedikit tapi orangtua saya tidak mau melihatnya lagi soalnya dia byak berbhong nyak menipu waktu dulu prnah ilang dia akan rubah tapi masih tetap saja kakak aku disakiti

    dhede fhalzaApril 26, 2015
  • assalamualaikum ustaz….
    saya nak tanya adakah jatuh talak kalau si isteri memaksa si suami bersumpah .
    contohnya si isteri memaksa si suami bersumpah. andai sisuami menyentuh perempuan selainnya maka jatuh talak.sedangkan si suami tidak bersetuju…demi menyelamatkan keadaan sisuami bersumpah.
    adakah jatuh talak sekiranya si suami melakaukan juga…

    zaharMarch 26, 2015
  • Assalamualaikum ustad..
    Mertua saya (ibu istri saya) mengancam saya akan mengambil istri (secara ga langsung menginginkan perceraian ) hanya karena saya tidak bisa mengaji dan ibu mertua juga mengatakan sebenarnya ibu mertua tidak menyetujui pernikahan saya dengan istri ,saya heran padahal ibu mertua yang menginginkan adanya pernikahan,yang saya tanyakan apa hukumnya jika ibu mertua jika itu benar terjadi,padahal kami berdua (istri dan saya ) saling mencintai dan tidak ingin adanya perceraian ,mohon solusinya
    terima kasih

    dendy

    Dendy LesmanaMarch 9, 2015
  • Ass, 2013 bln 1 kehidupan rumah tangga saya berantakan seiiring dengan jatuhnya usaha saya, setelah itu saya didatangi kolektor karena kendaraan roda 2 tidak bisa lagi saya bayar..karena orang tua merasa terganggu dengan kehadiran kolektor terus menerus..saya diusir dari rumah oleh mertua saya dan juga istri saya.

    1 bulan kemudian saya hijrah ke luar kota untuk mencari nafkah dan membangun usaha saya..setelah 1 bulan di kota Ambon, usaha saya bangkit alhamdullilah saya mengirimkan anak dan istri saya kepada mertua..akan tetapi istri saya blom bisa dihubungi…dengan sabar saya terus berusaha, dan selalu mencari istri saya.. setelah 2 bulan akhirnya saya bisa berkomunikasi lagi, saya kirimkan uang melebihi dari cukup ditiap bulannya.

    setelah 7 blan , bencana banjir melandah kota ambon dan menghancurkan semua usaha saya..
    akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan kembali bersama istri saya..

    setiba saya di kota saya kita selalu bertemu secara diam diam ..Istri saya dilarang berhubungan lagi sama sy, dengan sabar saya berusaha meyakinkan istri saya kembali..bahwa saya mampu bangkit dari usaha saya di kota ini,. 2 bulan kemudian alhamdullilah Usaha saya maju lagi…akhirnya istri saya senang dan mulai tidak takut sama orang tua. mertua sy marah besar dan Menyumpahi anaknya sendiri tatkalah dia mengetahui hubungan saya..

    8 bulan usaha saya jalan, Istri saya memutuskan untuk beli rumah KPR.. sambil menunggu lahirnya anak kami yang ke2. setelah hal itu dilakukan.. 2 bulan kemudian usaha saya hancur kesekian kalinya.. rumahpun tidak bisa sy bayar.. setelah saat itu hubngan saya dengan istri mulai retak kembali,

    2 bulan berselang saya niat bekerja diluarkota dan istri mengabulakannya dengan doa dan harapan, akan tetapi saya tidak melihat anak saya lahir.. stetlah saya berada diluar kota bekerja dan belajar agama..hati saya dihantui perasaan bersalah karena pekerjaan yg saya dapatkan dari hasil kebohongan, dan saya memutuskan untuk STOP tidak lagi kerja dan balik. ke Kota asal saya.. setiba saya . Istri saya tiba” saja mengusir dan siang harinya memasukkan gugat cerai ..

    saya minta untuk bertemu tidak mau, sy datang kerumah mertua saya akan tetapi dibatasi oleh kedua orang tuanya..mertua saya ikut andil dalam gugata perceraian ini. istri saya berubah drastelais.. 1 bulan kemudian usaha saya bangkit kembali..secara Islami..

    sekarang saya masih tetap membujuk istri saya untuk tidak melanjutkan gugatan itujuknyau, tetapi saya sulit untuk membujuknya karena saya dibtasi oleh orang tua..bahkan anak saya sendiri tidak bisa saya ambil..

    Istri & Orang tuanya berkali2 menghina dan mencaci orang tua saya..hari ini 9/1 sy memutuskan untuk datang kerumah istri saya setelah sebelumnya saya membwa perwakilan saya untuk mendamaikan tapi NIHIL…Istri saya begitu sangat keras.

    Stetlah saya datang kerumah istri saya, dia tidak berhenti marah kepadaku saya pingin bicara berduapun ditolak, saya ambil anak saya , mertua saya mengambil pakssa dariku..dan mencaci maki saya. akhirnya saya sabar dan pulang..

    Dia mekatakan Saya MISKIN , dan TIDAK WARAS ..tidak boleh mengambil anak saya..yaallah, padahal saya pingin menyelamatkan anak2 saya. dari apa yang dia gunakan dan apa dia makan…semua dari hasil RIBA. Rumah, kendaraan, dan penghasilan Istri saya semua memiliki zattRiba..

    1. aPA yang hendak saya perbuat, Istri & mertua saya menyuruh saya untuk terima keputusan istri saya dan jangan dipaksakan.

    sudah hampir 2 bulan saya menunggu surat gugatan cerai tetapi tidak kunjung datang…
    Istri & Ortux dia berdalil kalau saya ini sudah tidak pantas sama istri saya..apa yang hendak saya lakukan?

    AbuDzakyJanuary 9, 2015
  • terus bgimna kalau mereka mngajukan gugatan ke kua .semntara kalau fihal tergugat tdak hadir maka akan di putus. dilain fihak tergugat mau menghadirinya tapi terancam jiwa dan kselmatanya

    dudiDecember 28, 2014
  • Selamat malam mau bertanya,
    Saya adalah istri kedua,istri sirih karena kami nikah diam2 dari istri pertamanya
    Suatu ketika istri pertama tau dan memaksa suami saya untuk menceraikan saya
    Karena klo tidak suami saya akan dipukuli oleh istri pertamanya
    Dan akan semakin keruh keadaannya,dia akan bercerita kesana kemari ttg masalah ini
    Lalu suami saya menelpon saya dan mengatakan talak sebanyak 3x
    Apa yg seperti itu dianggap sah?

    NescaDecember 14, 2014
    • Kalau memang karena terpaksa di bawah ancaman, maka tidak sah.

      A. Fatih SyuhudDecember 15, 2014
  • Assalamualaikum wr.wb

    Saya Mau Bertanya, apa hukum dan dosa seorang mertua memaksa anak nya untuk menceraikan istrinya? karna ibu suami saya ingin mempunya menantu PNS. Sementara saya hanya karyawan swasta.

    saya tidak ada bertengkar dengan suami saya, cuma gara2 ibu nya dia mau nurut aja. sekarang kami sudah pisah. kami nikah 18 mei 2014. dan tanggal 16 juni, ibunya mengusir kami dari rumah itu. tadinya suami saya mau pindah, tp malamnya dia pulang kerumah ibunya dan makan. setelah makan aku telpon dia, langsung minta cerai. gak cukup 1 bulan pernikahan kami. pdahal kami pacaran 7 tahun. memank waktu pacaran pun ibunya itu tidak setuju padaku ,dia menginginkan menantu yang kaya.

    sekarang kami dalam jalan perceraian, apa hukumnya bagi ibunya memaksa cerai begini ya pak? pdahal aku masih cinta pada suamiku.
    dari hati, aku tidak mau berpisah dengan dia pak. cuma sekarang suamiku pun lupa padaku. udah 4 bulan aq tidak diberi nafkah. 1000 rupiah pun tidak setelah menikah. malah aku yg sudah pernah memberi uang 250.000 untuk biaya makan dirumahnya.

    mohon penjerahannya pak… terimakasih

    BorregSeptember 16, 2014
  • assalamualaikum ustadz,
    saya pria umur 30 tahun.sebelumnya saya ceritakan dl kejadian d kehidupan rumah tangga saya.
    saya menikah tahun 2010.anak 1 tp sdh meninggal.saya dan isteri sama2 buruh pabrik dgn gaji yg hampir sama besar.saya msh harus bantu skolah adik saya d kampung sebesar 300rb per bulan karena orang tua tdk sanggup dan sakit2an.pas bln 9 kmrn istri saya pgn punya kios dgn cara kredit. dp 29 jt.saya minjam duit k bank 18 jt dgn cara potong gaji.kkurangannya dr bantuan saudara isteri. bulan oktober november isteri ngotot g boleh kirim k adik.klo g dia minta cerai. saya hanya diam dan dr situ saya lbh byk diam k isteri, ngomong hanya seperlunya.pada 1 malam isteri marah dan minta cerai(isteri sdh sering minta cerai jika ada masalah).dan malam itu isteri trs minta cerai dan tidak mau diam sampai kemauannya d turuti.saya jg mulai terpancing emosi.karena emosi saya mengatakan akan menceraikan dia kalau duit pinjaman dr bank dikembalikan.dia lalu menyanggupi dgn mngembalikan separuhnya sedangkan siaanya dianggap sbg bekal dia selama masa iddah.bsknya dia lgsg plg k rmh orangtuanya dan menceritakan semua k orang tuanya.lalu malamnya saya dipaksa harus datang k rumah mertua.saya diharuskan bawa saksi dr pihak saya.(padahal saya g ada niat pgn cerai dgn isteri).saya datang dan d sna sdh kumpul keluarganya.setelah ngobrol lama.saya lalu d suruh bikin perjanjian talaq.saya katakan saya tidak bisa.lalu dipanggil orang yg dituakan d kampung itu.orang itu lalu membuat surat perjanjian.pas ditanya mau talaq berapa saya jawab talaq 1(saya sdh tdk bisa bilang tidak akan mengeluarkan talaq,karena bgt sampai duit lgsg diserahkan k saya).orang tua isteri yang perempuan lgsg menyela dan suruh talaq 3 aj.isteri saya yg ada d dapur juga lgsg datang dan minta talaq 3.orang yg menulis jd bingung,dia mengatakan kalau masalah talaq hak suami.tapi bgtu d omongin isteri dia rugi sdh ngasi duit koq cuma talaq 1.lama2 yg nulis( orang yg dituakan) malah ikut2an memperberat keadaan dgn mengatakan kalau ky gitu sama aja dengan penipuan krn maksud pgn duit nya aja.setelah berdebat lama saya mulai emosi.saya dengan lantang mengatakan tulis aja semaunya nanti biar saya bacain.setelah d tulis saya lalu membacakan tulisan itu.kira2 isinya saya menjatuhkan talaq 3 k isteri tanpa paksaan dan ikhlas. nah dr situ saya cerai dr isteri.akhir2 ini isteri menyatakan menyesal dan saya jg mengakui Menyesali semuanya.
    yang jadi pertanyaan nya
    1. apakah salah saya meminta uang pinjaman tersebut karena potongannya dikenakan ke gaji saya yg dipotong selama 3 tahun.
    2. apakah talaq 3 yg saya ucapkan sah sementara saya saat itu dlm tekanan.( saya dan isteri ada niat pgn rujuk lagi)
    3. apakah saya salah harus mengirimkan biaya sekolah buat adik saya karena orangtua yg sakit2an(orang tua hanya petani d kampung).

    demikian ustadz, saya sangat mengharapkan jawabannya ustad.atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
    wassalamu ‘alaikum ww.

    haposanDecember 22, 2013
  • assalamualaikum….suami sy tlah failkn kes penceraian dan nusyuz… suami sy skluarga tlah mnuduh sy dan ibu sy mgambil duit smpn suami sy…. dan kbtln slpas kjadian,sy pulng ke kg dgn izin suami…sy ada mghubungi suami supaya pulng ke kg utk mbincangkn hal ni….ibu sy sgt marah thdap suami dan ibu mertua krn mreka mnyuruh sy mnum air yasin dpn mreka sdgkn merka mnum yasin tiada saksi….ibu sy mnyuruh mreka skluarga pulng ke kg utk bacaan yasin dan mnum air yasin…tp suami sy skluarga enggan…. bila sy pulng kembali ke rmh,(kmi tnggal bersama ibu bapa suamo),stgh jam sy mgetuk pintu tp tiada yg mbuke,sy hbgi suami tdk di angkat….sblm pulng ke rmh sy ada bri msg kpd suami mgatakn sy hndk bjmp suami utk bbincng tp suami x bls 1 pun msg sy…sy kol dia tak angkat…. kira2 dkat 1jam sy mnunggu utk msk rmh..ibu mertua sy blik…rupe2nya bapa mertus sy ada dlm rmh itu tp tdk mbuka pintu ktika sy pilng..sy mgambil kputusan utk kluar dr rmh itu dgn alasan sy tertekn dgn apa yg blaku mmandangkn sy tgh mgandung 3bln… sy tkot lakukn prkara yg bruk….sy masej suami sy,sy ckp sy terpaksa keluar dr rmh itu dan xkn ddk disitu lagi…sy ada bgitahu suami sy yg sy tgl di mana dan setiap kali sy hndk kemana2 sy akan masej suami walaupun suami sy x mbls msg sy…. sy ada jga britahu suami,jika trus bdiam,masalah xkn selesai… rupa2nya suami sy tlah failkn kes kami ke mahkamah…sblm sy pulang ke rumah,ibu mertua sy ada mghubungi pakcik sy dan ckp mereka muktamad utk tdk mnerima sy lg dlm kluarga mereka…suami sy rupe2nya mmg bniat utk ceraikn sy…tp sy x tahu itu paksaan dri ibu mertua sy atau mmg kpurusan suami…. adakah sy nusyuz,sdgkn suami sy mmg ingin ceraikn sy tnp pgetahuan sy…dan dlm msa yg sama dpt rasakn mmg suami tdk ingin kn sy sbb tu sy kluar dr rmh tu dtmbh lg dgn tekanan..

    lisaNovember 7, 2013
  • Salaam Ustaz,

    Saya ada karaguan sedikit tentang rumahtangga saya. Saya pernah lafazkan cerai pada isteri saya 9 tahun yang lalu. Pada waktu itu isteri saya keluar sama kawan dia dan saya izinkan tapi saya suruh dia jgn balik lambat. Tetapi pada waktu itu dia tidak balik walaupun sudah lewat 11 malam. Saya cuba hubungui HP dia and juga tinggal kan pesan SMS. namum did tidak jawab semua panggilan saya. Dia balik pada esok pagi. Ini bukan pertama kali. Sebagai suami saya memarahi dia dan kami berdua bertengkah sampai saya betul2 marah terhadapnya. Yang buat saya marah apabila dia sebut tentang ibu dan ayah saya, sampai saya tak ingat apa2 hanya lafaz kan cerai pada waktu itu.

    Leaps berapa minggu kami bersatau lagi, hidup sebagai suami isteri hingga sekarang.Pada hari raya kami bermaaf maafan dan membesar kan anak2 kami.

    Adakah kami telah merujuk semula?? Adakah dia masih isteri saya?? Saya ingin bertaubat dan ingin keluar keraguaan saya.

    SuamiOctober 9, 2013
    • Kata “cerai” Anda itu sah dan terjadi talak 1. Walaupun ada pendapat yg mengatakan bahwa ucapan cerai pada saat marah itu tidak terjadi. Lihat: http://www.fatihsyuhud.org/2013/04/talak-fil-ghadab.html. Seandainyapun terjadi talak, namun apabila anda melakukan hubungan intim dalam masa iddah belum habis, maka itu dianggap sebagai rujuk menurut salah satu pendapat.

      Jadi, perkawinan anda tetap sah. Dan pastikan anda tidak mengulangi peristiwa itu lagi dg cara mendidik istri dg baik.

      FatihOctober 11, 2013
  • Asslmlkm, mohon bantuanya, saya seorang istri ke 2, slm 11thn menikah, apakah ini akhir dari pernikahan saya? Suami saya di paksa untuk menceraikan saya dng mengatakan kata berpisah, dan bercerai, dia dlm keadaan di paksa dan tertekan, di pojokkan dan ancaman klo saya akan di lukai oleh anak2nya, merasa saya terancam, hingga akhirnya suami memutuskan berpisah walau saya tahu kami tdk ingin berpisah, diapun mengatakan lain di mulut lain dihati, mulut blg A tapi hati berkata B, yg ingin saya tanyakan apakah saya sdh ditalak oleh suami. Saya wlau dia dlm keadaan terpaksa, dan kondisi tertekan, apa sah talak dari suami saya,? Sedang kami masih saling sayang. & Saya tdk ingin bercerai Apakah status saya skrg ini? Msh sahkah istri dia atau sdh bkn lg, trima ksh atas bantuanya wasalam.

    fifi farianiOctober 2, 2013
    • Kalau ancamannya nyata dan dia tidak mampu menghadapi, dan mengatakan tidak ada niat untuk bercerai dg anda, maka perceraian tidak sah. Anda masih menjadi istrinya.

      Baca kembali artikel di atas.

      FatihOctober 5, 2013
  • Saya bertanya Ustad, ada seorang teman sukses dalam menjalankan bisnisnya yang membuat ekonomi rumah tangganya semakin mapan, suatu ketika bisnisnya menjadi bangkrut ekonominya pun menjadi morat-marit, sang istri mulai luntur kesetiaannya, lalu minta cerai. Pihak ketiga dalam hal ini orang tua istri sangat mendukung keinginan anaknya untuk bercerai, solusi yang terbaik kira-kira bagaimana Pak Ustad

    • Secara syariah istri boleh mengajukan gugat cerai. Dan suami boleh menceraikan. Dalam perkawinan, yg penting terciptanya hidup harmonis. Kalau itu tidak bisa tercapai dan konflik terjadi terus menurs, cerai adalah solusi terbaik di antara yg terburuk.

      فاتح شهودJuly 13, 2013
  • asalamualykm ustad.
    saya mau bertanya, bagaimana jika istri meminta cerai suami
    karena, suami sering misuh atau berkata kasar
    suami tdk mau d ajak ber ibadah, d ajak mengaji tdk mau,
    suami setiap d beri nasehat agama sll marah
    suami egois
    pkok nya g patut jadi cntoh panutan unt istri d anak
    suami orentasny uang d dunia,
    d khawatrkn kehdupn kmi akn trus knflik
    menkh slalu bertengkar
    kal suami marah pergi keluar rumah berhari2 tnp kabar?
    untk kasus ini apakh msh perlu d perthankn rumh tngga yg begni- mhn solusinya

    lizaJuly 12, 2013
    • Boleh mengajukan gugat cerai. Bahkan menurut sebuah hadits, perceraian adalah pilihan terbaik. Namun, kalau tetap bertahan juga tidak apa2.

      فاتح شهودJuly 13, 2013

Leave a Reply