Artikel Opini

Kontroversi Fatwa Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir (4): Kontroversi Fatwa Hukum Islam

Hizbut Tahrir (4): Kontroversi Fikih Oleh: A. Fatih Syuhud Hizbut Tahrir adalah gerakan pan-Islamisme kontroversial tidak hanya dalam segi tujuan politiknya yang utopis, tapi juga dalam dua sisi yang lain: akidah dan syariah. Secara akidah, gerakan ini tidak terikat dengan mazhab tauhid apapun, baik Asy’ariyah danMaturidiyah-nya Ahlussunnah atau akidah Salafi -nya Ibnu Taimiyah. Namun demikian, […]

Hizbut Tahrir di mata Wahabi Salafi

Hizbut Tahrir di Mata Wahabi Salafi

Hizbut Tahrir (3): HT versus Wahabi Oleh: A. Fatih Syuhud Hizbut Tahrir dan Wahabi Salafi adalah dua gerakan transnasional yang menganut pandangan ekstrim dan eksklusif. Ekstrim dalam arti berani mengafirkan atau menganggap sesat sesama muslim yang tidak mengikuti akidahnya. Dan eksklusif dengan menganggap bahwa pemahamannya tentang Islam adalah satu-satunya yang paling benar dan yang lain […]

Akidah Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir (2): Akidah Tidak Percaya Takdir dan Siksa Kubur

Hizbut Tahrir (2): Akidah Oleh: A. Fatih Syuhud Hizbut Tahrir membagi akidah Islam menjadi dua: makna umum dan makna khusus. Akidah dalam arti umum adalah pemikiran dasar tentang alam, manusia, kehidupan sebelum di dunia dan setelahnya dan hubungannya dengan kehidupan sebelum dan sesudah mati.[1] Menurut HT, akidah Islam yang umum ini untuk bisa dianggap sebagai […]

Hizbut Tahrir (1): Akidah dan Aspirasi Khilafah

Hizbut Tahrir (1): Akidah dan Cita-cita Khilafah

Hizbut Tahrir (1): Aspirasi Khilafah yang Utopis Oleh: A. Fatih Syuhud Hizbut Tahrir (HT) adalah gerakan Islam dengan ideologi transnasional[1] yang bercita-cita mendirikan negara Islam bersistem Khilafah seperti masa Sahabat dan berada di bawah satu kepemimpinan tunggal di seluruh dunia yang dalam literatur Islam klasik disebut al imamah al uzhma. Gerakan ini didirikan di Yerusalem […]

10 Pembatal Islam Menurut Wahabi Salafi

10 Pembatal Keislaman menurut Wahabi Salafi

10 Pembatal Keislaman (3) menurut Wahabi Salafi Oleh: A. Fatih Syuhud Poin ketiga yang membatalkan keislaman,[1] menurut Muhammad bin Abdil Wahab, adalah tidak mengafirkan orang musyrik atau ragu atas kekufurannya atau membenarkan madzhabnya maka dia kafir.[2] Musyrik adalah kata sifat (isim fa’il) dari syirik yang berarti pelaku syirik. Siapakah pelaku syirik menurut Ibnu Abdil Wahab? […]