Mar 10

Diplomasi Nabi Muhammad

Diplomasi Nabi *
Oleh A. Fatih Syuhud

Nabi adalah insan kamil. Sosok manusia sempurna yang harus menjadi figur idola tidak saja bagi umat Islam tapi juga bagi nonmuslim. Itulah salah satu relevansi firman Allah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam (QS Al-Anbiya 21:107). Istilah manusia sempurna artinya beliau memiliki perilaku dan kecakapan yang multidemensi di berbagai bidang baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin. Salah satu dari kemampuan Rasulullah adalah dalam bidang diplomasi. Apa itu diplomasi?
Continue reading

Mar 10

Khadijah Al-Kubro Ahlul Bait Nabi

Khadijah Al-Kubro*
Oleh A. Fatih Syuhud

Karena dirundung rasa cemburu pada Khadijah yang selalu dipuji oleh Nabi, Aisyah berkata: “Dia hanyalah seorang perempuan tua. Allah telah menggantinya dengan yang lebih baik darinya.”

Mendengar hal itu, Nabi pun marah. “Tidak, Aisyah” kata Nabi. “Tidak ada istri yang lebih baik dari Khadijah. Dia beriman padaku ketika semua orang kufur. Dia membenarkanku, saat orang tidak mempercayaiku. Dia korbankan hartanya untukku, takkala tidak ada yang mau melakukan itu. Darinya terlahir anak-anakku, tidak dari istri-istriku yang lain.”[1]
Continue reading

Mar 10

Kelahiran Nabi Muhammad

Kelahiran Nabi*
Oleh A. Fatih Syuhud

Sosok yang agung dan pemimpin yang hebat akan terlihat dari sejak masa awal  kelahirannya. Dan itulah yang terjadi pada sosok Nabi Muhammad.  Dalam sebuah hadits riwayat Tabrani, Nabi bersabda: “Aku terlahir dari sebuah pernikahan. Bukan hasil perzinahan. Dari sejak Nabi Adam sampai ibu melahirkanku. Perzinahan jahiliyah tidak pernah menimpaku.” Yang dimaksud Nabi dalam hadits ini adalah bahwa seluruh nenek moyang Nabi tidak pernah melakukan hubungan lawan jenis kecuali melalui ikatan perkawinan yang sah.
Continue reading

Mar 02

Orang Tua Nabi

Orang Tua Rasulullah*
Oleh A. Fatih Syuhud

Ibnu Ishaq dalam kitab Sirah Nabawiyah libni Hisyam menyebutkan bahwa ayah Nabi yang bernama Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusay bin Kilab masih memiliki hubungan kekerabatan dengan  ibu Nabi yang bernama Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zahrah bin Kilab.  Keduanya masih ada hubungan kekerabatan yaitu pada kakek ketiga mereka yang bernama Kilab.  Itu artinya, antara Abdul Muttalib (ayah Abdullah) dan Aminah terdapat hubungan  kerabat dekat yaitu saudara ketiga (Jawa, ping telu; Madura, telo popoh). Dengan demikian, Abdullah adalah keponakan ping telu dari Aminah.
Continue reading

Jan 14

Cerai dalam Islam

Perceraian dalam Islam *
Oleh A. Fatih Syuhud

Talak adalah kisah sedih dalam jalinan rumah tangga. Ibarat sebuah drama, semua orang berharap kisah jalinan rumah tangga antara suami dan istri berakhir bahagia. Sampai kakek nenek dan beranak cucu dan bahkan sampai ke liang lahat. Dan ketika akhir bahagia itu tidak terjadi, bukan hanya manusia yang kecewa, Allah dan Rasul-Nya pun kecewa. Oleh karena itu, Allah menyarankan agar suami tidak mudah menjatuhkan kata talak pada istrinya walaupun ada rasa tidak suka dalam hati. Dalam QS An Nisa 4:19 Allah berfirman:  “Dan bergaullah dengan mereka (para istri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”[1]  Rasulullah bersabda: “Perkara halal yang paling tidak disukai Allah adalah talak.”[2]
Continue reading