Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina

Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina

Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina

Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Al-Khoirot
Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Ada dua kategori wanita yang tidak perawan, yaitu karena berstatus janda atau pernah berzina. Yang dimaksud dalam judul tulisan ini adalah makna yang kedua. Tulisan ini berasal dari sebuah pertanyaan yang dikirim ke info@alkhoirot.com sebagai berikut: “Apakah hukum dalam agama Islam menikah dengan wanita yang pernah berzina atau sudah tidak perawan lagi akibat pergaulan bebas?”

Pertanyaan itu timbul karena ada firman Allah dalam QS An-Nur 24:3 yang menyatakan:  “Seorang lelaki pezina tidak boleh menikah kecuali dengan wanita pezina atau wanita musyrik. Seorang wanita pezina tidak boleh menikah kecuali dengan lelaki pezina atau lelaki musyrik. Hal itu diharamkan bagi seorang mukmin.”[1] Secara eksplisit ayat ini jelas menyatakan larangan menikah dengan wanita yang pernah berzina. Itulah sebabnya si penanya menjadi ragu-ragu ketika hendak menikahi seorang perempuan yang ternyata sudah tidak perawan lagi karena pernah melakukan hubungan zina dengan lelaki yang dikenal sebelumnya.

Ismail bin Umar Ibnu Katsir Al-Qurasyi Ad-Dimasyqi dalam Tafsir Ibnu Katsir membandingkan ayat ini dengan QS An-Nisa’ 4:25 di mana Allah berfirman “…sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya;”[2] Dalam konteks inilah Ibnu Katsir mengutip pendapat Imam Ahmad bin Hanbal demikian:

ذهب الإمام أحمد بن حنبل ، رحمه الله ، إلى أنه لا يصح العقد من الرجل العفيف على المرأة البغي ما دامت  كذلك حتى تستتاب ، فإن تابت صح العقد عليها وإلا فلا وكذلك لا يصح تزويج المرأة الحرة العفيفة بالرجل الفاجر المسافح ، حتى يتوب توبة صحيحة; لقوله تعالى : وحرم ذلك على المؤمنين

(Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwasanya tidak sah akad nikah laki-laki saleh yang menikahi wanita nakal (pezina)  kecuali setelah bertaubat. Apabila wanita itu bertaubat maka sah akad nikahnya. Begitu juga tidak sah perkawinan wanita salihah dengan laki-laki pezina kecuali setelah melakukan taubat yang benar karena berdasar pada firman Allah dalam akhir ayat QS An-Nur 24:3.)[3]

Sementara itu Al-Husain bin Mas’ud Al-Baghawi dalam Tafsir Al-Baghawi menguraikan sejumlah perbedaan penafsiran dan ikhtilaf ulama dalam memahami ayat QS An-Nur 24:3 tersebut.  Dari pendapat Ibnu Mas’ud yang mengharamkan menikahi wanita perzina sampai pendapat Said bin Al-Musayyab dan segolongan ulama yang membolehkan wanita pezina secara mutlak karena menganggap ayat 24.3 sudah di-naskh oleh QS Annur 24:23 yang berbunyi ” Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu…” .[4] Selain itu, ulama yang membolehkan menikahi wanita pezina berargumen adanya hadits dari Sahabat Jabir sebagai berikut:

أن رجلا أتى النبي – صلى الله عليه وسلم – فقال يا رسول الله إن امرأتي لا تدفع يد لامس ؟ قال : طلقها ، قال : فإني أحبها وهي جميلة ، قال : استمتع بها . وفي رواية غيره ” فأمسكها إذا

Artinya: Seorang laki-laki datang pada Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, istri saya tidak pernah menolak sentuhan tangan lelaki.” Nabi menjawab, “Ceraikan dia!”. Pria itu berkata: “Tapi saya mencintainya karena dia cantik”. Nabi menjawab: “Kalau begitu jangan dicerai.”[5]

Dari hadits ini, Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk menyimpulkan:

وإن زنى رجل بزوجة رجل لم ينفسخ نكاحها، وبه قال عامة العلماء ، وقال على بن أبى طالب: ينفسخ نكاحها وبه قال الحسن البصري دليلنا حديث ابن عباس في الرجل الذى قال للنبى صلى الله عليه وسلم: إن امرأتي لا ترد يد لامس

(Apabila seorang lelaki berzina dengan istri orang lain, maka nikah perempuan itu tidak rusak (tidak batal). Ini pendapat kebanyakan ulama. Ali bin Abi Talib berkata: nikahnya rusak (batal) pendapat ini diikuti Al-Hasan Al-Bishri. Dalil kita adalah hadits Ibnu Abbas di mana seorang laki-laki yang istrinya berzina diberi pilihan oleh Nabi untuk mentalak atau tidak.)[6]

Pendapat Imam Nawawi di atas senada dengan pendapat Imam Syafi’i dalam Al-Umm yang menyatakan:[7]

فالاختيار للرجل أن لا ينكح زانية وللمرأة أن لا تنكح زانيا فإن فعلا فليس ذلك بحرام على واحد منهما ليست معصية واحد منهما في نفسه تحرم عليه الحلال إذا أتاه قال وكذلك لو نكح امرأة لم يعلم أنها زنت فعلم قبل دخولها عليه أنها زنت قبل نكاحه أو بعده لم تحرم عليه ولم يكن له أخذ صداقه منها ولا فسخ نكاحها وكان له ان شاء أن يمسك وإن شاء أن يطلق وكذلك إن كان هو الذى وجدته قد زنى قبل أن ينكحها أو بعدما نكحها قبل الدخول أو بعده فلا خيار لها في فراقه وهى زوجته لحالها ولا تحرم عليه وسواء حد الزانى منهما أو لم يحد أو قامت عليه بينة أو اعترف لا يحرم زنا واحد منهما ولا زناهما ولا معصية من المعاصي الحلال إلا أن يختلف ديناهما بشرك وإيمان.

(Laki-laki hendaknya tidak menikahi perempuan pezina dan perempuan sebaiknya tidak menikahi lelaki pezina tapi tidak haram apabila hal itu dilakukan.            Begitu juga apabila seorang pria menikahi wanita yang tidak diketahui pernah berzina, kemudian diketahui setelah terjadi hubungan intim bahwa wanita itu pernah berzina sebelum menikah atau setelahnya maka wanita itu tidak haram baginya dan tidak boleh bagi suami mengambil lagi maskawinnya juga tidak boleh mem-fasakh nikahnya. Dan boleh bagi suami untuk merneruskan atau menceraikan wanita tersebut. Begitu juga apabila istri menemukan fakta bahwa suami pernah berzina sebelum menikah atau setelah menikah, sebelum dukhul atau setelahnya, maka tidak ada khiyar [pilihan] untuk berpisah kalau sudah jadi istri dan wanita itu tidak haram bagi suaminya. Baik perzina itu dihad atau tidak, ada saksi atau mengaku tidak haram zinanya salah satu suami istri atau zina keduanya atau maksiat lain kecuali apabila berbeda agama keduanya karena sebab syirik atau iman.)

Pernikahan Wanita Hamil Zina

Masalah kedua yang timbul dan banyak terjadi dewasa ini adalah bagaimana apabila wanita pezina tadi ternyata dalam keadaan hamil, bolehkah dinikahi?  Ulama fiqih madzhab Maliki dan Hanbali menyatakan bahwa tidak boleh menikahi wanita hamil zina berdasarkan pada hadits sahih riwayat Abu Daud dan Hakim di mana Nabi bersabda: “Wanita hamil tidak boleh dijimak (dinikahi) kecuali setelah melahirkan.”[8]

Madzhab Syafi’i dan Hanafi menyatakan bahwa boleh hukumnya menikahi wanita hamil karena zina. Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar Ba Alwi, seorang ulama madzhab Syafi’i, dalam kitab Bughiyatul Mustarsyidin menyatakan: “boleh menikahi wanita hamil karena zina baik oleh yang menzinahinya maupun pria lain. Begitu juga boleh melakukan hubungan intim tapi makruh.”[9]

Ibrahim bin Ali bin Yusuf As-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzab juga menyatakan, “Boleh menikahi wanita hamil zina karena kehamilannya tidak dinasabkan kepada siapapun karena itu adanya janin dianggap tidak ada.”[10] Senada dengan pendapat ini adalah Zakaria Al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib di mana ia menyatakan, “Boleh menikahi wanita hamil karena zina dan berhubungan intim dengannya seperti halnya wanita yang tidak hamil karena tidak ada keharaman bagi wanita itu.”[11]

ٍIbnu Hajar Al-Haitami dalam Al-Fatawa al-Kubro Al-Fiqhiyah  secara ringkas menguraikan sejumlah pendapat antar-madzhab yang berbeda-beda sebagai berikut: [12]

ِ وَأَمَّا نِكَاحُ الْحَامِلِ من الزِّنَا فَفِيهِ خِلَافٌ مُنْتَشِرٌ أَيْضًا بَيْن أَئِمَّتِنَا وَغَيْرِهِمْ وَالصَّحِيحُ عِنْدَنَا الصِّحَّةُ وَبِهِ قال أبو حَنِيفَةَ رضي اللَّهُ تَعَالَى عنه لِأَنَّهَا لَيْسَتْ في نِكَاحٍ وَلَا عِدَّةٍ من الْغَيْر وَعَنْ مَالِكٍ رضي اللَّهُ تَعَالَى عنه قَوْلٌ بِخِلَافِهِ

 ثُمَّ إذَا قَلَّدَ الْقَائِلِينَ بِحِلِّ نِكَاحِهَا وَنَكَحَهَا فَهَلْ له وَطْؤُهَا قبل الْوَضْعِ الذي صَحَّحَهُ الشَّيْخَانِ نعم قال الرَّافِعِيُّ أَنَّهُ لَا حُرْمَة لِحَمْلِ الزِّنَا وَلَوْ مُنِعَ الْوَطْءُ لِمَنْعِ النِّكَاحِ كَوَطْءِ الشُّبْهَةِ وقال ابن الْحَدَّادِ من أَئِمَّتِنَا لَا يَجُوزُ له الْوَطْءُ وَبِهِ قال أبو حَنِيفَةَ وَمَالِكٌ وَدَاوُد رَحِمَهُمْ اللَّهُ تَعَالَى وَاسْتَدَلُّوا بِخَبَرِ أبي دَاوُد وَالتِّرْمِذِيِّ وَلَفْظُهُ لَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخَرِ أَنْ يُسْقِيَ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ وَيُجَابُ بِأَنَّ ذلك إنَّمَا وَرَدَ لِلتَّنْفِيرِ عن وَطْءِ الْمَسْبِيَّةِ الْحَامِلِ لِأَنَّ حَمَلَهَا مُحْتَرَمٌ فَحُرِّمَ الْوَطْءُ لِأَجْلِ احْتِرَامِهِ بِخِلَافِ حَمْلِ الزِّنَا فإنه لَا حُرْمَةَ له تَقْتَضِي تَحْرِيمَ الْوَطْءِ وَعَلَى الْقَوْلِ بِحِلِّهِ هو مَكْرُوهٌ كما في الْأَنْوَارِ وَغَيْرِهِ خُرُوجًا من خِلَافِ من حَرَّمَهُ هذا كُلُّهُ فِيمَا تُحُقِّقَ أَنَّهُ من الزِّنَا

(Adapun menikahi wanita hamil zina terdapat perbedaan ulama. Yang sahih adalah pendapat yang mengesahkan. Abu Hanifah berkata wanita hamil itu tidak dalam keadaan nikah dan tidak dalam keadaan iddah dari pria lain. Sedang dari Imam Malik terdapat pendapat yang berbeda.

Kemudian apabila orang bertaklid pada pendapat yang membolehkan menikahi wanita hamil lalu menikah dengannya apakah boleh berhubungan intim sebelum wanita itu melahirkan?  Pendapat yang sahih menurut Syaikhain [Nawawi – Rafi’i] adalah boleh.  Sedangkan menurut pendapat Ibnul Haddad tidak boleh hubungan intim selama hamil. Pendapat ini dianut oleh Imam Abu Hanifah, Malik, dan Dawud… Bagi pendapat yang membolehkan menikahi wanita hamil zina, maka makruh melakukan hubungan intim sebelum melahirkan seperti keterangan dalam kitab Al-Anwar dan lainnya).

Seperti dijelaskan di muka bahwa dalam tinjauan fiqih sah hukumnya pernikahan wanita pezina baik dalam keadaan hamil atau tidak. Baik pria yang menikahi sama-sama perzina atau orang salih Namun demikian, bagi lelaki dan wanita salih, menikah dengan pasangan yang pernah berzina hendaknya menjadi pilihan terakhir kecuali kalau memang sudah betul-betul taubat. Karena hal itu akan memiliki efek psikologis dan sosial kelak di kemudian hari dalam kehidupan berumahtangga.Kalau bisa memilih pasangan yang salih dan salihah mengapa harus memilih pasangan yang punya masa lalu kelam?[]
________________

CATATAN KAKI

[1]  الزاني لا ينكح إلا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها إلا زان أو مشرك وحرم ذلك على المؤمنين
[2]  محصنات غير مسافحات ولا متخذات أخدان. Lihat Tafsir Ibnu Katsir.dalam menafsiri QS An-Nur 24:3.
[3] Ibid.
[4] Lihat Tafsir Al-Baghawi dalam menafsiri QS An-Nur 24:3.
[5] Ibid
[6] Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 6/223
[7] Imam Syafi’i dalam Al-Umm , 5/13.
[8] Teks hadits: لا توطأ حامل حتى تضع
[9] Teks asal: يجوز نكاح الحامل من الزنا سواء الزاني وغيره ووطؤها حينئذ مع الكراهة. Lihat Bughiyatul Mustarsyidin 1/419.
[10] Teks asal: ويجوز نكاح الحامل من الزنا لان حملها لا يلحق بأحد فكان وجوده كعدمه. Lihat Al-Muhadzab 2/45.
[11] Teks asal: َ. يَجُوزُ نِكَاحُ الْحَامِلِ من الزِّنَا وَكَذَا وَطْؤُهَا كَالْحَائِلِ إذْ لَا حُرْمَةَ له Lihat Asnal Matalib, 3/393.
[12] Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Al-Fatawa al-Kubro Al-Fiqhiyah, 4/93.

64 thoughts on “Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina

  1. Setuju…wanita atau pria yg udah nikah dan mengaku sudah tobat perlu dipertanyakan apkh tobatnya sudah syar’i? Hukum.AL Quran ditegakkan dulu. Baru kemudian bertobat. Itupun br akan diampuni brg.siapa yg dikehendaki/dinilai pantas oleh ALLAH S.W.T. kalau memang tobat dan menyesal mk seseorang seharusnya justru tdk mwnikah thdp pasangannya bahkan justru membenci pasangan zinahnya krn dialah yg telah menjerumuskan. Bukannya trus malah nikah. Zaman skr sdh semakin lemah dlm menegakkan syariat shg sampai bnyk pendapat yg selalu menguntungkan orang yg berzina. Padahal dosa zina adl dosa yg sgt besar yg hukum dunianya saja mati atau dicambuk dpn umum yg tentu membuat efek psikis sampai akhir hayat si pelaku. Dan apbila ditegakkan hukum AL Quran ini mk niscaya membuat efek.jera di madyarakat dan dunia terbebas dr aids.

  2. Maaf, dr bbrp artikel yg saya baca, sama skali tdk ada dalil ato hadits apapun yg mnyebutkan laki-laki yg telah menzina wajib bertanggung jawab pada wanita yg dizinai. Smuanya berkata TIDAK WAJIB! Saya adlh wanita bodoh dan hina krn telah dizinai dan pernah hamil (tapi keguguran), skrg saya sudah melakukan taubat dan menuntut untuk dinikahi tapi sang pria lebih memilih keluarganya yg enggan menerima kehadiran saya sedari awal hubungan kami. Apakah tdk ada hadits yg bs menolong saya agar saya BERHAK dinikahi?? Saya sgt depresi, menyesal dan hampir gila membaca smua artikel yg smuanya berkata TIDAK WAJIB!!! Astagfirulloh :(

    • Sdh hukumnya sperti itu kt sbg hamba Allah hrs mngikuti,, shrusny anda blg bodoh dan hina waktu prtama kali melakukan zina, krn di AlQuran sj sdh bnyk dijelaskn “jgn dkati zina”, tp anda nekat, dan inilah azab yg d trunkan d dunia, anda tdk tau kn apa yg Allah azabkn d kubur ato d akhirat nnti,, anda sdh taubat nasuha,, jalani hdup sbg wnita sholeha, jk anda sdh mmperbaiki diri tdk mmikirkn lg msa lalu slain dosa,, insyAllah Allah sdh ttapkn jg “laki2 yg baik u wnita yg baik, dan sbaliknya”

  3. jika anak itu hasil zina dan diapun sudah berkali-kali melakukn zina jga dengan lbih dari satu orang n dia ckarank sudah taubt, kalau dinikahin hukumnya gimana, mohon petunjuknya.!

  4. Assallamua’llaikum
    Dengan sangat saya memohon untuk menjawab pertanyaan saya, terma kasih untuk sebesar2nya..

    Pak saya mau nanya !
    bagaimana hukum islam jika pria yang sudah menyetubuhi kekasihnya sebelum menikah ?
    Mereka sudah menjalin hubungan 4 tahun dan sering melakukan perzinahan ?
    Apa hukumnya dalam islam ?
    apakah saya harus memberitahu kepada keluarganya jika dia sudah tidak perawan lagi olehnya ?
    Dan bagaimana jika si perempuan atau laki2 trsbut tidak mengatakan perzinahan itu kepada keluarganya ?
    dan akhirnya mereka berpisah dan menikahi pria dan wanita lain ?
    Wassalamua’llaikum

  5. aslammualaikum wr.wb
    1.bolehkah istri menikah lagi tetapi ada izin dari suami pertama??
    2. mohon pendapatnya : suami mengizinkan istrinya menikah lagi, suami merasa ingin mebahagiakan istrinya dengan mengizinkan menikah lagi, tetapi dia tidak mau menceraikannya karena masih sayang?

  6. Assalamualaikum wr wb saya mau nanya pak ustat.
    Ada perempuan sudah mempunyai anak. Anak diluar nikah dan si laki2 tidak mau tanggung jawb.
    Trs ada laki2 lain pingin menikahi si perempuan tersebut karna kasian si anak tidak mempunyai ayah
    dan si perempuan tidak mempunyai suami.
    Nah yang mau saya tanyakan.Laki2 ini mendapat pahala atau mendapat dosa jika menikahi perempuan tersebut?

  7. Saya mau tanya , misal jika saya berzina dengan wanita A sblm menikah dan beberapa tahun kemudian saya menikahi wanita A tersebut , apakah dosa hilang atau tidak atau bahkan diharamkan untuk menikahi nya? Mohon jawaban :(

    • 1. Dosa zina tidak hilang kecuali dengan taubat nasuha. Anda menikahi atau tidak itu tidak ada hubungannya dengan dosa yg dilakukan.

      2. Boleh menikah dg wanita yang pernah berzina. Baik bezina dengan anda atau dengan lelaki lakin. Idealnya, wanita itu sudah bertaubat.

  8. Assalamu’alaikum
    pak bagaimana cara mengahari pernikahan yang terjebak yang tidak di kehendaki. setelah menikah ternyata istri hamil. pas mau cerai istri minta waktu 5 tahun baru cerai secara pengadilan agama. tapi dalam menunggu 5 tahun lahir anak hasil pernikahan yg sudah berusia 8 tahun. keluarga ini rutin minimal 1 kali dalam seminggu selalu ada pertengkaran dan selalu pengen cerai tapi di hati kecil kok jadi sulit bangat mau bercerai. di pertahankan pun serasanya sakit bangat melihat ada anak orang lain di dalam keluarga saya sangat membenci anak ini. ibarat duri di kaki kalo pas injak batu terasa sakit pengen melepaskan durinya rasanya sulit bangat tapi di otak saya selalu ingin cerai. keluarga ini sangat labil mudah tergoncang. berkali-kali saya coba pergi tapi tetap saja kembali lagi rindu pada istri. seolah-olah benci tapi rindu. rasanya gerah bangat masalah sedikit aja langsung membara pengen cerai ingin mengahiri penyesalan dan mengahiri penderitaan sangat sulit. mohon bimbingan nya pak. asalamualaikum wbr

  9. bagaimana jikalau sudah menikah tetapi di ketahui istri dalam keadan sudah tidak perawan?, jika istri tidak mau pada orang tua? dan istri pergi meninggalkan suami apakah halal untuk di ceraikan?

  10. assalamualaikum….
    wajibkah seorang wanita menikah dengan laki-laki yang pertama kali menggaulinya meskipun wanita itu tidak hamil. dan apakah wanita itu tdk akan mendapat pasangan diakhirat nanti apabila ia menikah dengan laki laki lain…..? mohon penjelasannya… terimah kasih
    wassalam..

  11. harus di rajam dulu baru di terima tobatnya, orang yang baik tidak pernah berzina tidak boleh menikahi orang yang sudah pernah berzina….
    kalau dia sudah menikah terus berzina, rajam dulu sampai mati maka logikanya maka dia tidak akan hidup lagi di dunia mana ada pernikahan setelah dia di rajam sampai mati….
    kecuali yang belum menikah terus berzina lalu bertobat minta di rajam dulu bila tidak mati berarti niat pertobatannya adalah baik….
    tetapi emang zaman sekarang ada yang mau ngaku sudah berzina dan minta di rajam sebagai tanda tobat?????
    susah tuh, yang namanya penjahat, pezina mana mau ngaku terus mau di hukum yang ada sewa pengacara supaya bebas dari hukuman…….

    • betul saya setuju,,, justru harus di hukum dulu baru bisa dinyatakan tobat oleh agama dan hukumannya di saksikan oleh masyarakat, setelah itu wajib menutup aibnya bagi masyarakat lain… kalo hnya tobat ucapa,, (tpi kan aya udah tobat)apakah tobatnya sesuai syariat??

  12. Assalammualaikum.wr.wb
    Pak saya mw tanya apa benar wanita yang hamil diluar nikah harus menikah ulang lgi ktika anaknya sudah lahir?? Tolong ya pak di jawab karna penting bagi saya terimah kasih pak!!!

  13. Bila seorang istri diluarnegri selama tujuh taun,dan seorang suami menikah bahkan mempunyai anak umur5th dan siistri berzina diluar negri lalu dia bertobat meminta maaf pada suaminya minta cerai karna merasa tak pantas lagi,sisuami bilang tak akan pernah memaafkan siistri seumur hidupnya apakah yag harus dilakukan sedang siistri telah bertaubat?mohon minta jawabannya ya

    • Taubat urusannya dg Allah. InsyaAllah kalau tidak mengulangi zina, maka taubatnya akan diterima. Adapun soal suami mau memaafkan atau tidak itu urusan rumah tangga. Artinya, suami dan istri dapat melakukan perceraian kalau memang tidak lagi cocok.

  14. Subhanalloh,,, Kisah bisa sama tapi pemeran yang berbeda.

    Bagaimana kalau masalahnya seperti ini :
    Seorang pria berpacaran sudah hampir 3 Tahun, selama mereka berpacaran sering mlakukan zina. suatu ketika dikarenakan hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua si wanita, si pria bermaksud memutuskan hubungan. namun si cewek tidak menerima dengan berbagai alasan…. saking depresi dan emosi, si cewek entah secara sadar ataupun tidak sadar melampiaskan emosinya lewat berhubungan intim dengan pria lain yang sudah beristri hingga ia hamil. seiring berjalannya waktu tanpa disadari oleh siapapun baik orang tua, si pria bahkan cewek itu sendiripun tidak tau bahwa ia tengah hamil 5 bulan. hingga akhirnya orang tua si cewek curiga dan membawanya ke Dokter kandungan untuk membuktikan kecurigaannya yang ternyata benar anaknya positif hamil 5 bulan.

    pertanyaanya : Apa yang harus dilakukan si pria (pacar cewek itu) manakala orang tua si cewek memohon agar pria (pacar cewek itu) bersedia menikahi anaknya dikarenakan pria lain (pria beristri) yang menghamilinya hilang (kabur) jauh entah kemana. ?

    Syukron jawabannya///

  15. Asskum.. saya mau bertanya , apa hukumnya ,jika ada laki”yg mau mnikah ,tapi prempuan itu udah gak perawan lagi. Dengan tujuan ingin mnolong prempuan itu dari prbuatan yg prnah di lkukannya…wassalam

  16. Assalamu’alaikum…

    Bagaimanakah pernikahan seorang wanita yang tidak pernah berzina dengan seorang laki-laki yang pernah berzina, akankah mendapat ridho dan keberkahan dari Allah?

    Tolong dijawab, Terima kasih

  17. Assalamu’alaiku.
    Alhamdulillah…terima kasih banyak atas penjelasanya,sudah lama saya mencari cari penjelasan tentang masalah ini
    Wasallam…

  18. Apa yang dilakukan seorang perempuan jika sblm menikah melakukan zina dg pacarnya tp tdk sampai hamil, sedangkan pada akhirnya mereka berpisah? Apa hukum diantara keduanya? Dan bagaimana menanggapi masalah ini?

    • Hubungan zina adalah dosa besar dalam Islam. Karena itu, tidak ada kewajiban sosial apapun bagi salah satunya atau keduanya. Mereka boleh menikah atau berpisah. Diwajibkan bagi yang pernah berzina untuk segera menikah agar tidak melakukan zina lagi.

  19. Bagaimana jika seorang perempuan yang hanya pacaran 1x dan melakukan zina,,, laki2 meninggalkan perempuan itu,,, dan sang perempuan memilih tidak akan menikah,, menolak laki2 yg mendekati, krena menganggap dirinya tak pantas memiliki pendamping yg baik,,,,??? Bolehkah memilih tidak menikah???walawpun tidak memungkiri setiap perempuan mengharapkan imam yg baik untuknya

  20. Bagaimana jika seorang perempuan yang hanya pacaran 1x dan melakukan zina,,, laki2 meninggalkan perempuan itu,,, dan sang perempuan memilih tidak akan menikah,, krena menganggap dirinyatak pantas memiliki pendamping yg baik,,,,??? Bolehkah memilih tidak menikah???walawpun tidak memungkiri setiap perempuan mengharapkan imam yg baik untuknya

    • Boleh tidak menikah asal dia bisa menghindari zina. Menikah itu wajib bagi yg tidak mampu menahan syahwat. Ulama besar madzhab Syafi’i yaitu Imam Nawawi tidak pernah menikah sampai akhir hayatnya.

  21. Apakah boleh pria sholeh menikahi wanita bekas penzina dan pria itu sudah tau jika dia pernah berzina dan mau menerimanya??? Apakah tetap penzina itu boleh dinikah dg penzina

      • ass. pak sya seorang pria yg ingin menikahi seorang wanita yg pernah berzina sampai hamil dan menggugurkan kehamilanya
        pertanyaan nya
        jika wanita itu ingin bertobat,apakah dia bs kembali suci untk sya?
        dan bagaimana cra taubatnya?
        kemudian apakah kehidupan kami stlh menikah akan di ridhoi oleh allah?

        mhon dijawab pak
        terima kasih
        wassalam

        • - Boleh menikahi wanita yg pernah zina. Baca lagi artikel di atas.
          – Cara taubatnya adalah dg tidak mengulangi perbuatannya dan taat pada syariah Islam terutama rukun Islam yg lima dan menjauhi dosa-dosa besar. serta menjauhi teman2 yg tidak baik.

  22. allah swt maha pemaaf…
    maha penerima taubat…
    bencilah perbuatannya jangan benci individunya…

    sebagai seorang muslim wajib bagi kita menyambut seseorang yg bertaubat…

    allah maha penerima taubat..
    allah sangat senang dengan hambanya yg bertaubat ..
    selama nyawa belum di kerongkongan…

    jangan memperolok atau menghina orang yang bertaubat…
    penzina hanya dikatakan penzina jika ia masih aktif melakukannya
    tetapi bila sudah bertaubat ia memulai kehidupan yang baru…
    tidak pantas sebagai seorang muslim kita memperolok aib saudara kita yang lalu…

    allah swt lah yang maha adil…
    dan yang berhak menghakimi segala dosa…

  23. Assalamualaikum,,qt sbgai anak cucu adam masing2 mmlki zina!,,nmun brbeda2,,aplagi di indonesia ini qt sdh tahu prgaulan bbs,,adapun klw kodratnya anda mndapat yg pezina berat masa lalunya,jgnlah lihat yg lalu tp lhatlah ia skrg krn sdh taubatannasuha..dsni hnya qt lihat dmpak sosialnya yg brujung ke sikis..sy rasa Allah tdak akan mmberimu pezina jika kamu bkan pezinah,,aku prcaya qur’an drpd ªϑa̲̅ yg mngatakan org sholeh dpt jdoh dlunya pezinah..pasti krn ia pezinah mk ia dpt oula pezinah..

  24. Assalamualaikum. Gimana pandangan bapak jika seorang wanita dinikahkan paksa dan saat ijab kabul dia menyatakan tidak ridho untuk menikah dalam hati. lalu setelah menikah dan di gauli. si wanita hamil. Gimana status pernikahan dan anak nya?

  25. Assalamualaikum ww. Saya mau bertanya, sahkah pernikahan apabila sepasang yg akan menikah itu melakukan zina tiga minggu sblum ijab qobul dilakukan? Terimakasih..

  26. Assalamu’alaikum… apakah pernikahan seorang wanita muslimah baik-baik dengan seorang laki-laki yang pernah berzina lalu bertaubat, akankah mendapat ridho dan keberkahan dari Allah?

  27. asalamu alaikum pakk..bgaimana hukumny jika seorang lelaki yg sudah tidak perjaka lalu menikah dengan seorang yg masih perawan??

  28. Bgaimnkah status ank yg dlhirkn sblm dnkhi bpk biolgisnya,dn syahkh prnikahn ibunnya dg stats prwan pdhl jnda krn sminy mnlntarknya slma 7 thn?

  29. Saya tidak sanggup menerima kenyataan jika calon isteri saya adalah mantan penzina karena bagi saya bekas perbuatan zina akan selalu ada pada tubuh seorang perempuan walaupun dia sudah bertaubat. Saya tidak mau seperti peribahasa orang makan nangka, kita kena getahnya.

  30. shiip. tapi pertanyaanya, bagaimana pandangan bapak sendiri, jika seseorang yang hamil karena zina lalu menikah dengan lelaki yang bukan yang menghamilinya, apakah boleh melalukan hubungan intim.?
    takutnya akan timbul efek negatif yang lebih besar dikemudian hari.

    • Anaknya disebut anak zina. Kalau dia perempuan yg menjadi walinya adalah Wali Hakim karena dia tidak punya bapak. Sedang nasabnya dikaitkan pada ibunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>