Pendidikan Anak Islam Usia 1 Tahun

Pendidikan Islam pada anak Muslim saat usia 1 tahun
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Siswa MTs dan MA Alkhoirot
Pondok Pesantren Al-khoirot Karangsuko, Malang

Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Dan itu harus dimulai dari sejak seorang anak baru dilahirkan sampai ajal menjemput kehidupan (min al Mahd ilal Lahd).

Karena seorang bayi tidak dapat belajar sendiri, maka adalah kewajiban orang tua untuk memberikan ilmu-ilmu yang dapat diterimanya. Mendidik bayi tentu saja berbeda dengan mendidik orang dewasa. Dalam hal ini orang tua, yang menjadi satu-satunya guru sang anak dalam usia ini, harus mampu mengenali perkembangan anak dan apa saja ilmu yang dapat diberikan dan dicerna anak. Arnold Gesell dalam bukunya The First Five Years of Life (Lima Tahun Pertama Kehidupan) mengatakan bahwa usia lima tahun pertama merupakan usia paling penting dalam pendidikan seorang anak.

Apa yang dapat diajarkan pada anak baru lahir sampai usia 1 tahun? Pada prinsipnya, sejak lahir anak sudak dapat mencerna dan memahami situasi di sekitarnya. Karena itu orang tua harus berhati-hati dalam bersikap, karena semua perilaku orang tua akan terekam dengan baik di benak sang anak.

Misalnya, hindari mengeluarkan kata-kata kotor dan kasar di depan anak. Juga hindari bertengkar di depan anak. Biarkan anak mencerna dan meniru perilaku terbaik dari kedua orangtuanya. Selain itu, biasakan bagi ibu untuk tidak berganti baju di depan anak laki-lakinya; dan bagi ayah di depan putrinya.

Beberapa hal penting lain yang perlu jadi prioritas dalam mendidik anak muslim begitu lahir sampai usia 1 tahun.

Pertama, senandungkan adzan di kuping kanan dan iqamah di kuping kiri bayi beberapa saat setelah anak lahir ke dunia. Hal ini selain berdasarkan Hadith Nabi, juga bertujuan untuk memperkenalkan bayi pada Pencipta sebenarnya, yaitu Allah (QS Asy Syuro 42: 49-50). Dengan cara ini, bayi telah menerima kehangatan dan cinta kasih Allah. Diharapkan dia akan mengingat pelajaran pertama ini sepanjang hidupnya.

Kedua, cerita atau bacakan kisah-kisah dalam Al Quran. Juga bacakan kisah dan keagungan pribadi Nabi Muhammad. Pastikan, bahwa Nabi Muhammad adalah tokoh idola pertama sang anak sampai ia dewasa.

Ketiga, pada saat usia mencapai 11 – 12 bulan dan sudah mulai dapat berjalan, biasakan membawa anak ke masjid untuk salat berjamaah setidaknya sekali sehari. Dengan cara ini, anak akan menyadari penting dan wajibnya manusia beribadah kepada Allah (QS Luqman 31:13). Juga tentang perlunya tidak berisik (khusuk) pada saat-saat tertentu.

Keempat, pada usia ini, anak sudah mengerti kata perintah dan larangan. Usahakan tidak melarang anak kecuali kalau memang perlu.

Keempat, katakan pada anak apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan dengan nada dan penjelasan yang penuh cinta dan kasih sayang. Seperti, “Ayo kita shalat bersama, supaya kita disayang Allah.” Atau, “Kamu tidak boleh bermain dengan benda ini, nanti kamu terluka.” Walaupun Anda berfikir dia tidak akan langsung mengerti yang dimaksud, pengulangan kata-kata akan membantu anak memahami apa yang Anda katakan dan perilaku yang harus atau tidak boleh dilakukan.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>