Hidup Sederhana dan Kedermawanan

Hidup Sederhana merupakan nilai kebajikan moral yang tinggi. Dari sikap ini akan melahirkan sejumlah perilaku lain yang terpuji seperti dermawan, tidak iri dan dengki, mudah bersyukur atas apa yang ada dan selalu merasa bahagia.
Oleh A. Fatih Syuhud

Daftar Isi

  1. Hidup Sederhana
  2. Dermawan


Hidup Sederhana

Walaupun hidup sederhana atau mewah adalah pilihan bagi yang mampu memilih. Namun, pilihan untuk hidup sederhana adalah yang ideal dan islami.

Bagi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau pejabat tinggi, hidup sederhana adalah keharusan untuk menghilangkan nafsu korupsi dan godaan tamak.

Bagi seorang jutawan, hidup sederhana membuat hidup lebih bermakna, tanpa topeng dan lebih berbahagia karena terasa mudah untuk berbagi harta dengan yang lemah.

Bagi seorang ulama, ustadz, dan kyai yang hartawan, hidup sederhana adalah fardhu ‘ain karena mereka adalah simbol nilai ideal tertinggi dan penuntun umat yang mayoritas miskin. Miskin harta atau miskin jiwa.

Hidup sederhana bukan hidup miskin. Ia adalah satu gaya hidup pilihan bagi orang kaya.

***

Kalau saya diminta untuk menyebutkan dua kata yang dapat memberantas korupsi, maka jawabannya adalah hidup sederhana. Mayoritas kasus korupsi pejabat disebabkan oleh keinginan untuk hidup mewah melebihi gaji yang diterimanya secara halal dan legal. Karena itu, hidup sederhana adalah cara paling efektif dan efisien bukan hanya untuk menghapus korupsi, tapi juga menghapus niat untuk melakukan korupsi dari setiap individu pejabat yang berkuasa.

Hidup sederhana idealnya menjadi gaya hidup (lifestyle) seluruh umat Islam. Tidak hanya yang sedang berkuasa. Dan ia harus ditanamkan sejak dini dalam lingkungan keluarga agar internalisasi tradisi dan pola pikir (mindset) hidup sederhana betul-betul menjadi jalan hidup (way of life) seluruh keluarga muslim.

Tidak ada definisi yang tegas dan pasti akan makna hidup sederhana . Namun seseorang dapat dianggap berperilaku hidup sederhana apabila tidak terjebak dalam pola hidup konsumerisme yaitu suatu gaya hidup yang menganggap bahwa kebahagiaan personal hanya dapat dicapai dengan cara mengkonsumsi, membeli dan memiliki apapun yang diinginkan melebihi batas kebutuhan dasar.

Ada banyak faktor positif mengapa hidup sederhana itu harus menjadi lifestyle seorang muslim. Pertama, Islam melarang keras perilaku hidup mewah atau berlebihan (QS Al Furqan 25:68).

Kedua, Islam menekankan pentingnya seorang muslim untuk dermawan. Membantu fakir miskin tidak hanya dengan zakat, tapi juga dengan infak, sadakah dan hibah. Suatu perintah yang sulit dilakukan oleh seseorang yang bergaya hidup mewah dan konsumtif. Karena seseorang yang terbiasa hidup seperti itu akan merasa selalu “kekurangan.” Bagaimana seseorang yang sibuk dengan dirinya sendiri akan terpikir untuk membantu orang lain?

Anjuran Islam untuk hidup sederhana bukan berarti melarang seorang muslim untuk kerja keras dan menjadi kaya. Sebaliknya, Allah justru memuji kekayaan sebagai sesuatu yang terpuji dan secara implisit dinyatakan bahwa kaya itu lebih baik daripada miskin (QS Ad Dhuha 93:8). Dalam QS Nuh 71:12 juga dengan gamblang ditegaskan bahwa Allah memperbanyak harta seorang muslim sebagai “pahala dunia”.

Dr. Yusuf Qardhawi dalam bukunya Musykilatul Faqr wa Kaifa Alajaha al Islam (Problematika Kemiskinan dan Solusinya Menurut Islam) menyatakan bahwa “Islam menganggap kekayaan itu sebagai nikmat dan anugerah dari Allah. Dan kemiskinan sebagai musibah yang perlu diatasi.” Dalam penelitian Qardhawi tidak ada satupun ayat Quran dan Hadits Nabi yang berkualifikasi sahih yang memuji kemiskinan atau mendorong seorang muslim untuk dengan sengaja memilih hidup miskin.

Dengan demikian, apa yang diinginkan Islam jelas: rajin-rajinlah mencari harta sesuai dengan kemampuan Anda. Pada saat yang sama, pilihlah pola hidup sederhana. Sehingga kita yang mengontrol harta, bukan harta yang mengontrol kita. Inilah salah satu solusi Islam bagaimana mencapai hidup bahagia.

Di Amerika, hidup sederhana juga mulai banyak diserukan dan menjadi pilihan hidup para jutawan dan milyarder. Stanley & Danko dalam bukunya The Millionaire Next Door (1998) menuturkan hasil surveinya demikian:

“Kalangan jutawan yang hidup glamor sebenarnya mewakili minoritas kecil orang kaya Amerika. Mayoritas hartawan AS memilih pola hidup sederhana.Ciri khas gaya hidup mereka antara lain tidak pernah gonta-ganti mobil kalau yang ada masih berfungsi baik. Tidak memakai baju dan arloji mahal. Dan rumah mereka relatif sederhana dibanding status kekayaan mereka.”

Kalau kalangan jutawan Amerika dapat menikmati hidup sederhana, mengapa kita tidak?[]


Dermawan dalam Islam
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Santri
PP Al-Khoirot Karangsuko Malang

Pada dasarnya setiap manusia cenderung memiliki sifat kikir atau pelit (QS An Nisa’ 4:128). Untungnya, pada waktu yang sama manusia juga memiliki kecenderungan untuk berusaha menjadi lebih baik dalam berbagai segi termasuk merubah perilaku pelit menjadi dermawan.

Dermawan adalah sikap tengah antara pelit dan boros. Sikap dermawan menunjukkan kemauan untuk berbagi. Simbol dari kepedulian pada orang lain. Dan salah satu bibit dari sekian banyak unsur-unsur karakter kepemimpinan yang diperlukan.

Mengapa seorang muslim dianjurkan bersikap dermawan? Pertama, perintah Islam. Islam memerintahkan kita untuk berzakat, berinfaq dan bersedekah (QS Maryam 19:31; An Nisa 4:39; Al Baqarah 2:261).

Kedua, karena setiap muslim, pada level tertentu, adalah seorang pemimpin (QS Ali Imron 3:104). Dan seperti disinggung di muka, hanya orang dermawan yang dapat menjadi pemimpin yang baik dan mendapat respek kalangan yang dipimpin. Karena kedermawanan identik dengan pengorbanan dan kesediaan berkorban selalu diperlukan dalam setiap kepemimpinan.

Ketiga, keseimbangan sosial. Keberuntungan materi yang dimiliki manusia tidak sama antara satu dengan yang lain. Hal ini terkait antara lain dengan kelebihan dan kemampuan dalam berusaha serta menangkap peluang.

Ada yang bekerja keras dan berusaha begitu lama tapi tidak juga menangguk kesuksesan yang diinginkan. Ada yang keberuntungannya begitu cepat didapat sehingga memancing rasa iri dan terkadang juga rasa dengki.

Kekayaan di satu sisi dan kemiskinan di sisi yang lain akan menimbulkan ketimpangan sosial. Kedermawanan adalah salah satu cara untuk menyeimbangkan ketimpangan sosial yang terjadi dan mondorong terjadinya kehidupan sosial yang harmonis dalam suatu masyarakat.

Macam-macam Kedermawanan

Kedermawanan dengan harta adalah yang pertama dan utama. Karena memang istilah zakat, infak dan sedekah itu identik dengan harta. Dalam realitas keseharian pun, istilah orang dermawan juga merujuk pada “orang yang suka mendermakan hartanya baik pada fakir miskin atau pada yayasan sosial.”

Namun demikian, sikap kedermawanan tidak hanya itu. Karena pada dasarnya kedermawanan adalah “kemauan yang tinggi untuk berbagi.” Bagi seorang hartawan, kedermawanan adalah dengan hartanya. Bagi seorang ilmuwan, kemauan berbagi ilmu dianggap sebagai sikap kedermawanan.

Bagaimana dengan seseorang yang tidak berilmu dan tidak berharta? Barbuat baik pada orang lain adalah sikap dermawan. Dalam sebuah Hadits disebutkan, membuang duri dari tengah jalan adalah sedekah. Bahkan, sebuah senyuman tulus sama nilainya dengan sedekah.

Begitu banyak cara untuk bersikap dermawan pada sesama. Modal yang diperlukan hanya satu: kemauan tinggi untuk melakukannya. Dan yang tak kalah penting, perbuatan baik pada orang lain pada hakikatnya adalah berbuat baik pada diri sendiri (QS Al Isra’ 17:7).[]

Comments

  • dahsyat…

    sayyidiSeptember 2, 2013
  • Konglomerat Islam zaman Rasul pun hidup sederhana….

    Wajah BeningMay 23, 2013
  • bangga jadi orang islam .. Semua yang di anjurkan udah tertulis di alquran .
    terimakasih informasinya mas ..

    download terbaruFebruary 18, 2013
  • Sangat Menarik Mas Fatih, hidup sederhana memang sudah seharusnya di Terapkan.

    Abe Online ShopFebruary 17, 2013
  • Artikel Anda sangat menarik dan mencerahkan buat ummat.
    Tujuan hidup utama dari seorang muslim di dunia hendaknya selalu mengharap Ridha Allah SWT

    kutukuliahFebruary 9, 2013
  • September 2, 2012

    […] Hidup Sederhana Dalam Islam […]

Leave a Reply