Oleh A. Fatih Syuhud
Walaupun hidup sederhana atau mewah adalah pilihan bagi yang mampu memilih. Namun, pilihan untuk hidup sederhana adalah yang ideal dan islami.
Bagi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau pejabat tinggi, hidup sederhana adalah keharusan untuk menghilangkan nafsu korupsi dan godaan tamak.
Bagi seorang jutawan, hidup sederhana membuat hidup lebih bermakna, tanpa topeng dan lebih berbahagia karena terasa mudah untuk berbagi harta dengan yang lemah.
Bagi seorang ulama, ustadz, dan kyai yang hartawan, hidup sederhana adalah fardhu ‘ain karena mereka adalah simbol nilai ideal tertinggi dan penuntun umat yang mayoritas miskin. Miskin harta atau miskin jiwa.
Hidup sederhana bukan hidup miskin. Ia adalah satu gaya hidup pilihan bagi orang kaya.
Continue reading




