Hidup Sederhana Dalam Islam

Featured

Hidup Sederhana dalam Islam

Hidup Sederhana

Oleh A. Fatih Syuhud
Walaupun hidup sederhana atau mewah adalah pilihan bagi yang mampu memilih. Namun, pilihan untuk hidup sederhana adalah yang ideal dan islami.

Bagi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau pejabat tinggi, hidup sederhana adalah keharusan untuk menghilangkan nafsu korupsi dan godaan tamak.

Bagi seorang jutawan, hidup sederhana membuat hidup lebih bermakna, tanpa topeng dan lebih berbahagia karena terasa mudah untuk berbagi harta dengan yang lemah.

Bagi seorang ulama, ustadz, dan kyai yang hartawan, hidup sederhana adalah fardhu ‘ain karena mereka adalah simbol nilai ideal tertinggi dan penuntun umat yang mayoritas miskin. Miskin harta atau miskin jiwa.

Hidup sederhana bukan hidup miskin. Ia adalah satu gaya hidup pilihan bagi orang kaya.
Continue reading

Hukum Anak Adopsi dalam Islam

Adopsi Anak dalam Islam

Adopsi Anak dalam Islam

Anak Adopsi dalam Islam
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Al-Khoirot
PP Al-Khoirot Malang

Mengadopsi anak sebagai anak angkat (bahasa Arab, tabanni)  adalah seseorang mengambil anak orang lain untuk dijadikan layaknya anak sendiri secara penuh dalam berbagai aspek hukum, sosial, ekonomi dan kekerabatan yang biasa dimiliki oleh anak kandung. Tradisi tabanni ini berlaku di negara Arab pada zaman Jahiliyah (pra Islam).  Bahkan Rasulullah sendiri memiliki putra angkat yang bernama Yazid bin Haritsah. Adopsi ini terjadi sebelum diutusnya beliau menjadi Nabi dan Rasul.[1]
Continue reading

Rumah Tangga Agamis (6): Suka Beramal

Keluarga Suka Beramal

Keluarga Suka Beramal

Rumah Tangga Agamis (6): Suka Beramal
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Siswa MTS & MA Al-Khoirot

Yang dimaksud dengan beramal adalah mengeluarkan harta di luar zakat. Baik itu berupa sedekah atau hibah. Hikmah beramal dengan harta adalah untuk menunjukkan kepedulian pada sesama yang secara ekonomi kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan kalangan berada. Adanya perilaku ini, yakni kepedulian yang kaya pada yang miskin, akan menciptakan suatu harmoni dalam msyarakat dan menghilangkan rasa iri, dengki dan saling menjatuhkan. Pada akhirnya akan terjadi suasana kondusif di mana setiap individu dalam masyarakat akan saling memiliki kepedulian menjalin kekuatan dan soliditas umat dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Continue reading

Rumah Tangga Agamis (5): Cinta Ibadah

Keluarga Cinta Ibadah

Keluarga Cinta Ibadah

Rumah Tangga Agamis (5): Cinta Ibadah
Oleh A. Fath Syuhud
Ditulis untuk Buletin Santri Madin Al-Khoirot

Ada empat kriteria penting yang sudah dibahas tentang sebuah keluarga agamis yaitu (a) taat syariah; (b) memahami ilmu agama dasar;  (c) prioritas pendidikan anak dan (d)  berakhlak mulia. Satu lagi yang tak kalah penting adalah keluarga agamis juga harus cinta ibadah.  Artinya, rajin melakukan ibadah mahdah (murni) yang sunnah. Diharapkan dengan itu tidak hanya akan semakin mendekatkan dirinya dengan Allah, dan menjauhkan diri dari perilaku munkar tapi juga untuk menguatkan hati dan mental  (QS QS Al-Haj 22:11) saat dalam keadaan diuji oleh Allah baik berupa ujian anugerah seperti kekayaan dan kesehatan  maupun oleh kesengsaraan duniawi  seperti kemiskinan dan musibah lain (QS Al-Anbiya 21:35).
Continue reading

Hak Suami dan Kewajiban Istri

Hak Suami Kewajiban Istri

Hak Suami Kewajiban Istri

Hak Suami dan Kewajiban Istri
Oleh A. Fatih Syuhud

Dalam QS Al-Baqarah 2:228 Allah berfirman “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.” Ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa masing-masing pihak suami dan istri sama-sama memiliki hak dan kewajiban pada yang lain, namun hak yang dimiliki oleh suami memiliki sedikit kelebihan.  Menurut Ibnu Arabi ayat di atas menyatakan bahwa suami mempunyai hak yang tidak dimiliki oleh istri. Hak suami artinya kewajiban yang harus dilakukan istri. Dari berbagai ayat Quran dan hadits Nabi, hak-hak suami secara garis besar adalah sebagai berikut:
Continue reading

Rumah Tangga Agamis (4): Prioritas Pendidkan Anak

Prioritas Pendidikan Anak

Prioritas Pendidikan Anak


Rumah Tangga Agamis (4): Prioritas Pendidkan Anak
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Siswa OSIS
MTS dan MA Al-Khoirot Malang

Sebuah rumah tangga yang sudah memenuhi tiga syarat utama untuk disebut agamis akan kurang lengkap kalau syarat yang keempat belum terpenuhi: yaitu pendidikan yang tinggi sebagai prioritas utama bagi anaknya. Kalau sebuah keluarga berasal dari keluarga yang kaya, maka menyekolahkan anak sampai setinggi mungkin hendaknya menjadi tujuan utama yang harus menjadi cita-cita kedua orang tua dan harus ditanamkan pada anak sejak dini sehingga menjadi harapan dan idealisme anak itu sendiri.
Continue reading